Kearifan Lokal Bali Percepat Pemulihan Pasien Gangguan Mental
- 10 Agt 2026 14:50 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Langkah inovatif penanganan kesehatan jiwa di Bali kini semakin mengedepankan integrasi antara terapi medis modern dan nilai-nilai kearifan lokal. Psikiater dan pemerhati kesehatan mental, Prof. Dr. dr. L. K. Suryani, SpKJ(K) mengungkapkan penguatan pendekatan budaya dinilai efektif mempercepat proses pemulihan pasien gangguan mental.
Prof. Suryani menambahkan, masyarakat Bali saat ini memiliki tingkat pemahaman yang semakin baik, terhadap upaya penanganan kesehatan jiwa secara menyeluruh. Perubahan stigma positif ini, mendorong keluarga pasien untuk tidak lagi menutupi anggota keluarga mereka yang membutuhkan bantuan medis serta penanganan spiritual.
Pemahaman latar belakang budaya pasien, menurut Prof. Suryani menjadi fondasi utama dalam menentukan metode terapi yang tepat. "Dalam menangani pasien, kami lebih banyak melihat dia berasal dari budaya apa, di mana, dan bagaimana dia merasakan kehidupan ini,sehingga bisa menentukan metode terapi yang tepat" ujar Prof. Suryani ketika berbincang dalam program acara Rahina Ayu di Pro 4 RRI Denpasar, Kamis 6 Agustus 2026.
Prof. Suryani mengungkapkan penerapan pendekatan yang peka terhadap asal-usul kebudayaan pasien, terbukti memberikan dampak psikologis yang jauh lebih menenangkan. Pasien dari latar belakang suku maupun keyakinan tertentu, akan lebih mudah mengekspresikan dinamika batin yang mereka alami selama proses terapi berlangsung.
Pendekatan keagamaan dan kebiasaan spiritual lokal juga dijadikan sarana pendukung utama, dalam mempercepat proses pemulihan trauma serta stres berat. Penggunaan sarana keagamaan sesuai kepercayaan pasien, mampu memperkuat ikatan emosional dan memberi rasa aman selama masa pengobatan.
Prof. Suryani menegaskan pentingnya keterlibatan aspek spiritualitas pasien demi mencapai kesembuhan yang optimal. "Justru ini yang lebih bagus mempercepat proses karena itu agama apa yang mereka anut, itulah yang akan kami gunakan untuk membantu dia memahami masalahnya," ucap Prof. Suryani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....