Jangan Takut ke Psikiater, Semakin Cepat Ditangani Semakin Besar Peluang Pulih
- 09 Agt 2026 12:39 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Keberanian untuk mendatangi psikiater atau fasilitas kesehatan jiwa sering kali terhalang oleh rasa takut, malu, serta ketakutan akan stigma masyarakat. Banyak orang menunda mencari bantuan profesional hingga kondisi emosionalnya memburuk. Padahal, penanganan medis yang dilakukan sejak dini merupakan kunci utama untuk meningkatkan peluang kesembuhan dan memulihkan kualitas hidup penderita secara optimal.
Pentingnya membuang rasa takut berkonsultasi ke psikiater ini ditegaskan dalam utama acara Rahajeng Bali, pada Kamis, 6 Agustus 2026, menghadirkan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. Cok Bagus Jaya Lesmana, Sp.KJ(K), MARS serta dokter residen psikiatri RSUP Prof. Ngoerah Denpasar, dr. Herman Yosef.
Salah satu penghambat utama seseorang enggan mendatangi psikiater adalah kekhawatiran akan dicap "gila" atau "buduh" oleh lingkungan sekitar. Padahal, dalam dunia medis psikiatri, spektrum gangguan jiwa sangat luas dan tidak bisa disederhanakan dengan satu kata saja.
Prof. Cok Bagus menjelaskan bahwa kedokteran jiwa memiliki lebih dari 600 kode diagnosis yang mencakup berbagai kondisi emosional, mulai dari tingkat ringan hingga berat. "Jangan merasa ada ketakutan atau kekhawatiran di-label 'gila' atau 'buduh' ketika ingin berkonsultasi. Setiap individu itu unik dan diagnosisnya sangat beragam. Datang ke psikiater adalah bentuk ikhtiar medis yang wajar untuk memulihkan kesehatan mental kita," tegas Prof. Cok Bagus.
Sama halnya dengan penyakit fisik seperti diabetes atau jantung, gangguan kesehatan jiwa yang terdeteksi dan ditangani pada fase awal jauh lebih mudah untuk dipulihkan. Dokter Herman Yosef memaparkan bahwa pada fase ringan, seperti kecemasan yang berkepanjangan, keluhan psikosomatis (sakit fisik akibat stres), atau gangguan tidur. Penanganan dari psikiater dapat memberikan hasil pemulihan yang sangat cepat.
- Mencegah Kondisi Memberat: Memeriksakan diri lebih awal mencegah gangguan emosional berkembang menjadi kondisi berat yang berisiko merusak fungsi merawat diri dan mengganggu keselamatan fisik.
- Efisiensi Terapi: Penanganan sejak dini memungkinkan terapi berjalan lebih singkat dan efektif, baik melalui konseling psikoterapi maupun pemberian medikasi dosis ringan jika diperlukan.
- Menjaga Fungsi Produktivitas: Pasien yang ditangani lebih awal dapat tetap menjalankan aktivitas harian, pekerjaan, dan hubungan sosialnya tanpa perlu mengalami kepatuhan fungsi (okupasi) yang parah.
Mendatangi psikiater bukanlah tanda kelemahan, melainkan sebuah tindakan bijak dan bentuk kasih sayang terhadap diri sendiri. Psikiater hadir sebagai mitra profesional yang membantu menguraikan kekusutan emosional, memperbaiki ketidakseimbangan zat kimiawi di otak, serta memberikan panduan penanganan psikologis yang terukur.
Melalui perpaduan terapi medis modern, dukungan emosional, dan lingkungan sosial yang suportif, kesembuhan jiwa bukanlah hal yang mustahil. Semakin cepat bantuan profesional didapatkan, semakin besar pula peluang bagi seseorang untuk kembali menikmati kehidupan yang tenang, bahagia, dan bermartabat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....