Mengenal Diabetes, Ibu dari Ragam Penyakit

  • 05 Agt 2026 06:34 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Tren gaya hidup modern, tingginya tingkat stres pekerjaan, hingga maraknya konsumsi minuman manis berpotensi memicu lonjakan kasus diabetes melitus. Penyakit yang dahulu kerap diidentikkan dengan usia senja ini, kini kian marak mengintai kelompok usia muda dan produktif.

Pada iaran program Indonesia Sehat di RRI Denpasar bersama dokter spesialis penyakit dalam, dr. Anak Agung Gede Arinanda Baswara, Sp.PD. membeberkan alasan mendasar mengapa diabetes kerap dijuluki sebagai “ibu dari segala penyakit” dan beresiko sulit untuk disembuhkan.

"Diabetes itu sebenarnya masalah di mana tubuh tidak mampu memetabolisme gula darah. Masalahnya, peningkatan gula darah ini bersifat kronis dan merusak pembuluh darah dari ujung kepala hingga ujung kaki," ujar dr. Nanda.

Kadar gula darah yang tinggi secara terus-menerus dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah. Kerusakan ini memicu penyempitan, penumpukan lemak, hingga sumbatan pada pembuluh darah yang mengganggu fungsi organ vital.

Meski riset medis terus berkembang, dr. Nanda menjelaskan terdapat dua jenis diabetes yang paling umum dan patut diwaspadai oleh masyarakat:

  • Diabetes Tipe 1: Terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin, hormon yang berfungsi memasukkan gula ke dalam sel tubuh untuk diubah menjadi energi. Hal ini sering kali berkaitan dengan kondisi autoimun atau faktor genetik.

  • Diabetes Tipe 2: Jenis yang paling dominan, disebabkan oleh gangguan metabolisme dan resistensi insulin. Tipe ini kini makin sering ditemukan pada usia muda akibat perubahan pola makan dan penurunan aktivitas fisik.

Selain kedua jenis tersebut, terdapat pula diabetes gestasional yang terjadi pada masa kehamilan serta diabetes yang dipicu oleh efek samping penggunaan obat-obatan tertentu secara tidak tepat.

Beberapa komplikasi serius yang dapat dipicu oleh diabetes bisa terjadi peningkatkan risiko stroke, katarak, hingga kebutaan. Selain itu, memicu serangan jantung, gagal jantung, dan gagal ginjal. Pada pria, kadar testosteron dapat turun sehingga menurunkan kualitas kesehatan seksual. Kesemutan berkepanjangan hingga kaki diabetes yang sulit disembuhkan. Selain itu, gula darah tinggi kronis juga meningkatkan risiko beberapa jenis kanker.

Mengenai faktor riwayat keluarga, dr. Nanda menjelaskan bahwa memiliki orang tua penderita diabetes tidak otomatis membuat seseorang pasti mengidap penyakit yang sama. Risiko genetik memang ada, namun faktor dominan yang sering diturunkan justru adalah budaya dan gaya hidup keluarga.

"Aktivitas fisik leluhur kita dulu sangat tinggi, sehingga asupan karbohidrat tinggi seimbang. Sementara sekarang, kita berhadapan dengan sedentary lifestyle, banyak duduk di depan laptop, main HP, minum kopi kekinian bergula tinggi, tapi kurang bergerak. Kombinasi inilah yang berbahaya," jelasnya.

Diabetes sering disebut dengan silent killer karena sering kali tidak menunjukkan gejala khas pada tahap awal. Sehingga masyarakat dapat waspada sejak dini agar lebih memperhatikan beberapa gejala klasik, seperti sering merasa haus berlebihan, sering merasa lapar, dan sering buang air kecil, terutama pada malam hari. Tubuh terasa cepat lemas serta penurunan berat badan drastis tanpa sebab yang jelas.

Untuk memastikan kondisi kesehatan, masyarakat agar melakukan tes gula darah secara berkala. Seseorang dikategorikan mengidap diabetes apabila saat melakukan tes gula darah saat puasa lebih dari 126 mg/dL atau pengecekan gula darah setelah makan atau beban glukosa lebih dari 200 mg/dL. Sementara nilai normal dari gula darah berada di bawah 100 mg/dL.

Dr. Nanda mengimbau masyarakat untuk mengubah pola pikir tersebut dan tidak ragu memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan rutin, termasuk skrining gula darah mandiri secara berkala. Langkah pencegahan seperti menjaga berat badan ideal, membatasi konsumsi gula, dan rutin berolahraga tetap menjadi benteng utama dalam mencegah risiko diabetes.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....