Kunyit, Si Emas Kuning yang Ampuh Menangkal Penyakit dan Menjaga Imunitas
- 06 Agt 2026 11:23 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Di dunia rempah, kunyit (Curcumin longa) bukan sekadar bahan pemberi warna kuning pada masakan. Selama ribuan tahun dalam pengobatan Ayurveda dan jamu tradisional Indonesia, kunyit telah diakui sebagai salah satu tanaman obat paling berdaya guna di dunia.
Kekuatan utama kunyit terletak pada senyawa aktifnya yang disebut kurkumin. Kurkumin adalah zat antioksidan kuat yang memiliki sifat anti-inflamasi (anti-peradangan) setingkat dengan beberapa obat farmasi, namun tanpa efek samping kimiawi yang berat. Berikut manfaat kunyit dikutip dari laman hellosehat.com :
1. Anti-Inflamasi Alami yang Luar Biasa. Peradangan kronis merupakan akar dari banyak penyakit modern, seperti penyakit jantung, kanker, dan Alzheimer. Kurkumin dalam kunyit bekerja dengan cara memblokir kerja sitokin dan enzim penyebab inflamasi dalam tubuh.. Hal ini membuat kunyit sangat efektif untuk: Meredakan nyeri sendi akibat osteoarthritis dan rematik. Mengurangi pembengkakan pada jaringan tubuh.
2. Meningkatkan Fungsi Otak dan Menurunkan Risiko Penyakit Otak. Dahulu diyakini bahwa sel otak tidak dapat membelah atau bertambah setelah masa kanak-kanak. Namun, kini diketahui bahwa otak bisa membentuk koneksi baru berkat hormon Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF).Kunyit mampu meningkatkan kadar hormon BDNF di otak. Hal ini membantu menunda atau bahkan membalikkan banyak penyakit otak dan penurunan fungsi otak terkait usia, seperti demensia.
3. Menjaga Kesehatan Jantung. Penyakit jantung adalah penyebab kematian nomor satu di dunia. Kunyit membantu memperbaiki fungsi endotelium, yaitu lapisan pembuluh darah Anda. Jika fungsi endotelium terganggu, tubuh sulit mengatur tekanan darah dan pembekuan darah. Dengan mengonsumsi kunyit, kesehatan dinding pembuluh darah lebih terjaga, sehingga risiko serangan jantung dapat ditekan.
4. Membantu Pencernaan dan Menyehatkan Lambung. Bagi penderita maag atau gangguan lambung, kunyit sering menjadi pilihan utama. Kunyit membantu merangsang kantung empedu untuk menghasilkan empedu, yang membuat sistem pencernaan lebih efisien. Sifat anti-inflamasinya juga membantu menenangkan dinding lambung yang teriritasi akibat asam lambung berlebih.
5. Meredakan gejala IBS (irritable bowel syndrome)
Irritable bowel syndrome (IBS) adalah peradangan usus besar yang menyebabkan masalah BAB jangka panjang, baik itu diare, sembelit, maupun keduanya. Penelitian dari Singapura yang dimuat dalam Journal of Clinical Medicine memperlihatkan kunyit mengurangi intensitas sakit perut yang disebabkan oleh gejala IBS. Potensi ini berasal dari efek antioksidan dan antiradang kurkumin yang membantu melancarkan kerja otot pencernaan.
6. Meredakan nyeri haid
Wanita Indonesia mungkin sudah akrab dengan jamu kunyit asam yang dapat membantu meredakan nyeri haid. Kandungan kurkumin kunyit memiliki khasiat pereda nyeri alami (analgesik) yang bekerja dengan melemaskan kontraksi rahim penyebab perut kram.
Artinya, bahan alami ini dapat membantu mengurangi nyeri yang terkait dengan haid, baik itu dismenor maupun premenstrual syndrome (PMS).
Tips Mengonsumsi Kunyit agar Serapannya Maksimal ;
Satu tantangan utama kurkumin adalah sulit diserap oleh aliran darah manusia. Untuk mengatasinya, perhatikan tips berikut :
Campurkan dengan Lada Hitam : Lada hitam mengandung piperin, zat alami yang meningkatkan penyerapan kurkumin.
Konsumsi dengan Lemak : Karena kurkumin larut dalam lemak, mengonsumsinya bersama makanan berlemak sehat (seperti santan atau minyak zaitun) akan mempercepat penyerapan.
Gunakan suhu yang Tepat : Merebus kunyit sebentar dapat mengaktifkan senyawa aktifnya sehingga lebih mudah dicerna tubuh.
Manfaat Utama dan Cara Kerja kunyit :
Detoks Hati : Meningkatkan produksi enzim yang mendetoksifikasi racun dalam darah.
Kesehatan Kulit : Mengatasi jerawat dan eksim berkat sifat antibakterinya.
Kontrol Gula Darah : Membantu meningkatkan sensitivitas insulin bagi penderita diabetes. Anti-Kanker : Berpotensi menghambat pertumbuhan sel-sel tumor pada tingkat molekuler.
Meskipun sangat menyehatkan, konsumsi kunyit dalam dosis suplemen yang sangat tinggi tidak disarankan bagi orang yang sedang menjalani pengobatan pengencer darah atau memiliki masalah batu empedu yang parah.
Menambahkan kunyit ke dalam menu harian, baik melalui masakan, jamu, maupun golden milk (susu kunyit) adalah cara sederhana dan murah untuk menjaga kesehatan jangka panjang Anda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....