Bukan Sekadar Aturan, Ini Alasan Nail Art Dilarang saat Operasi
- 30 Jul 2026 11:43 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Operasi tidak hanya memerlukan persiapan dari sisi medis, tetapi juga penyesuaian pada penampilan pasien. Salah satu aturan yang sering diberikan sebelum tindakan operasi adalah melepas nail art.
Sekilas aturan ini mungkin terdengar sepele, padahal ada alasan medis yang berkaitan langsung dengan keselamatan pasien. Berikut alasan mengapa pasien tidak dianjurkan memakai nail art saat operasi.
1. Memudahkan Pemantauan Kadar Oksigen
Menurut Pubmed, selama operasi, dokter dan tim anastesi akan memantau kadar oksigen menggunakan alat bernama pulse oximeter. Alat ini biasa dipasang pada jari.
Alat ini bekerja dengan memancarkan cahaya melalui ujung jari. Nail art terutama yang berwarna gelap atau glitter dapat mengganggu pembacaan sensor sehinga hasil pengukuran kurang akurat.
2. Memudahkan Tenaga Medis Menilai Sirkulasi Darah
Menurut Anesthesia Patient Safety Foundation, warna alami kuku dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi sirkulasi darah pasien. Tim medis terkadang memeriksa warna dasar kuku dan melakukan capillary refill test, yaitu menekan kuku untuk melihat seberapa cepat warnanya kembali.
Jika kuku tertutup nail art yang tebal, gel, atau hiasan tiga dimensi, maka pemeriksaan ini menjadi lebih sulit dilakukan. Khususnya pada situasi yang darurat.
Mengurangi Risiko Terlepasnya Aksesori Kuku
Beberapa jenis nail art menggunakan hiasan seperti kristal, logam kecil, atau ornamen tiga dimensi yang direkatkan pada permukaan kuku. Saat pasien dipindahkan atau menjalani prosedur operasi, aksesori tersebut berisiko terlepas.
Meski jarang terjadi, benda kecil yang terlepas dapat mengganggu area steril. Karena itu, tenaga medis umumnya menyarankan kuku dalam kondisi alami sebelum tindakan dilakukan.
Beberapa penelitian menemukan bahwa cat kuku tidak selalu menyebabkan perubahan kadar oksigen yang bermakna secara klinis. Bahkan, pada sebagian kasus, sensor masih dapat bekerja dengan baik atau dipasang pada posisi alternatif.
Namun setiap hasil dapat berbeda tergantung warna cat kuku, jenis nail art, ketebalan gel. Oleh karena itu, banyak rumah sakit tetap menerapkan kebijakan melepas nail art sebelum operasi sebagai bentuk standar keselamatan pasien.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....