Doorway Effect, saat Otak Lupa Tujuan setelah Berpindah Ruangan

  • 29 Jul 2026 05:58 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Hampir setiap orang pernah berjalan menuju dapur, kamar, atau ruang kerja dengan tujuan tertentu, tetapi sesampainya di sana justru lupa apa yang ingin dilakukan. Fenomena yang tampak sepele ini ternyata memiliki penjelasan ilmiah dan dikenal dalam psikologi kognitif sebagai Doorway Effect atau Location Updating Effect.

Fenomena tersebut menggambarkan cara otak memproses informasi berdasarkan perubahan konteks lingkungan. Penelitian yang dipublikasikan dalam The Quarterly Journal of Experimental Psychology oleh Gabriel A. Radvansky dan timnya menunjukkan bahwa melewati pintu dapat menjadi event boundary, yaitu batas yang menandai berakhirnya satu konteks dan dimulainya konteks baru dalam proses pembentukan memori.

Saat seseorang berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain, otak secara otomatis memperbarui informasi yang sedang diproses. Mekanisme ini membantu menyusun memori agar lebih teratur, tetapi pada saat yang sama dapat membuat tujuan yang baru saja dipikirkan menjadi lebih sulit diingat karena perhatian telah beralih ke lingkungan baru.

Fenomena ini tidak selalu menandakan daya ingat yang buruk. Sejumlah penelitian yang diterbitkan dalam Memory & Cognition menunjukkan bahwa Doorway Effect lebih berkaitan dengan cara otak mengelola memori jangka pendek daripada penurunan fungsi ingatan.

Efek tersebut biasanya lebih mudah muncul ketika seseorang sedang lelah, terburu-buru, atau mengerjakan beberapa hal sekaligus. Dalam kondisi itu, perhatian otak terbagi ke berbagai tugas sehingga tujuan awal lebih mudah tergeser oleh informasi baru yang muncul di sekitar.

Meski tidak dapat dihindari sepenuhnya, Doorway Effect dapat dikurangi melalui kebiasaan sederhana. Mengulang kembali tujuan sebelum berpindah ruangan atau membawa benda yang berkaitan dengan aktivitas yang akan dilakukan dapat membantu otak mempertahankan informasi tersebut.

Mengurangi kebiasaan multitasking juga dapat membantu menjaga fokus. American Psychological Association (APA) menjelaskan bahwa perpindahan perhatian yang terus-menerus antartugas meningkatkan beban kognitif sehingga informasi yang baru diproses menjadi lebih mudah terlupakan.

Lupa tujuan setelah memasuki ruangan lain bukan berarti seseorang menjadi pelupa atau mengalami gangguan daya ingat. Fenomena ini justru menunjukkan bagaimana otak bekerja secara efisien dalam mengatur informasi berdasarkan konteks, sehingga menjaga fokus tetap menjadi salah satu cara terbaik untuk mengurangi lupa sesaat dalam aktivitas sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....