Penyebab Kecerdasan Integratif Menghilang dari Dunia

  • 23 Jul 2026 15:26 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Sistem pendidikan modern dan tuntutan karier yang sempit menyebabkan hilangnya kecerdasan integratif yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah global yang kompleks.
  • Penelitian Mihaly Csikszentmihalyi membuktikan bahwa pemikir hebat dunia memiliki kepribadian kompleks yang mampu menyatukan sifat berlawanan seperti kedisiplinan dan sifat bermain.
  • Institusi pendidikan sering menganggap kemampuan lintas disiplin sebagai beban daripada aset masa depan, memaksa mahasiswa memilih satu jalur riset yang mapan saja.
  • Kecerdasan langka yang muncul dari rasa ingin tahu murni tidak dapat dilatih melalui pendidikan formal biasa dan memerlukan keberanian untuk keluar dari zona nyaman.

RRI.CO.ID, Denpasar - Sistem pendidikan modern dan tuntutan karier yang terlalu sempit membuat kecerdasan integratif cepat menghilang. Kondisi tersebut memaksa Anda untuk fokus pada satu jalur keahlian saja sejak dini.

Dunia saat ini sedang menghadapi berbagai masalah global yang sangat rumit dan kompleks. Penanganan krisis iklim hingga kecerdasan buatan membutuhkan pemikiran yang mampu menyintesis banyak ilmu.

Sayangnya, insentif profesional saat ini justru bergerak ke arah spesialisasi yang sangat sempit. Banyak institusi menganggap kemampuan lintas disiplin sebagai sebuah beban, bukan aset masa depan.

Kondisi ini dialami mahasiswa yang ingin menggabungkan ilmu saraf dengan filsafat komputasi. Kampus biasanya akan meminta mahasiswa tersebut untuk memilih satu jalur riset yang mapan.

Padahal, pemikir besar dunia selalu memiliki kepribadian yang kompleks dan sangat dinamis. Hal tersebut diungkapkan oleh psikolog terkenal bernama Mihaly Csikszentmihalyi dalam penelitian mendalamnya.

Melalui buku legendarisnya tahun 1996 yang berjudul Creativity, ia membagikan temuan penting. Pemikir hebat terbukti sukses menyatukan dua sifat berlawanan seperti kedisiplinan dan sifat bermain.

"Kepribadian kompleks muncul dari rasa ingin tahu murni, bukan sekadar mencari sertifikat," ujar Mihaly Csikszentmihalyi. Ulasan dalam Psychology Today juga menegaskan pentingnya kemampuan melihat masalah dari berbagai sudut.

Kompleksitas psikologis ini tidak dapat Anda latih secara instan melalui pendidikan formal biasa. Kita harus berani melangkah keluar dari zona nyaman demi menyelamatkan kecerdasan langka ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....