Makan Wajib dengan Kerupuk? Waspadai Risiko Kesehatannya!
- 30 Jun 2026 13:41 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Bagi banyak orang Indonesia, makan terasa kurang nikmat jika belum ditemani kerupuk. Teksturnya yang renyah memang dapat menambah selera makan.
Namun, di balik kenikmatannya, kebiasaan mengonsumsi kerupuk setiap hari dalam jumlah berlebihan dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan karena umumnya tinggi natrium dan minim zat gizi penting. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) konsumsi natrium yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke.
WHO merekomendasikan orang dewasa mengonsumsi kurang dari 2 gram natrium per hari atau setara dengan kurang dari 5 gram garam. Terlalu sering makan kerupuk dapat membuat asupan garam harian melebihi batas yang dianjurkan.
Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko hipertensi yang berpotensi memicu penyakit jantung, stroke, maupun gangguan kesehatan lainnya. Di sisi lain, sebagian besar kerupuk hanya menyumbang kalori dan karbohidrat, sementara kandungan protein, serat, vitamin, dan mineralnya relatif rendah. Akibatnya, kerupuk tidak dapat menggantikan makanan bergizi dan justru dapat mengurangi porsi lauk atau sayur jika dikonsumsi secara berlebihan.
Kerupuk tetap boleh dinikmati sebagai pelengkap makanan, tetapi sebaiknya tidak berlebihan. Agar kebutuhan gizi tetap seimbang, utamakan mengonsumsi makanan pokok, lauk berprotein, sayuran, dan buah, sementara kerupuk cukup dijadikan pelengkap dalam porsi secukupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....