Sinyal Kebelet Pipis Jangan Diabaikan, Berdampak Buruk untuk Kesehatan

  • 30 Jun 2026 13:43 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Rasa ingin buang air kecil merupakan sinyal alami bahwa kandung kemih sudah mulai penuh. Meski sering dianggap sepele, kebiasaan menunda buang air kecil karena sibuk bekerja, bepergian, atau alasan lain sebaiknya tidak dilakukan terus-menerus.

Jika menjadi kebiasaan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran kemih. Dikutip dari Alodokter, dr. Dyah Novita Anggraini mengungkapkan Menahan buang air kecil sesekali umumnya tidak berbahaya pada orang dengan saluran kemih yang sehat. Namun, jika dilakukan terlalu sering atau sudah menjadi kebiasaan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, gangguan kandung kemih, hingga masalah kesehatan lainnya.

Kebiasaan menahan buang air kecil dapat membuat kandung kemih bekerja lebih keras dari seharusnya. Urine yang tertahan terlalu lama juga dapat menjadi media berkembangnya bakteri, sehingga risiko infeksi saluran kemih meningkat.

Pada beberapa kasus, kondisi ini juga berpotensi memengaruhi fungsi kandung kemih hingga memicu terbentuknya batu kandung kemih. Apabila mulai muncul keluhan seperti nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil, anyang-anyangan, urine berwarna keruh, bercampur darah, atau berbau tidak biasa, sebaiknya jangan diabaikan.

Keluhan tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan pada saluran kemih yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk menjaga kesehatan saluran kemih, biasakan segera buang air kecil ketika dorongan muncul dan cukupi kebutuhan cairan setiap hari.

Hindari kebiasaan menahan pipis dalam waktu lama agar fungsi kandung kemih tetap optimal dan risiko gangguan saluran kemih dapat diminimalkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....