Delima dan Penuaan Sehat: Fakta atau Sekadar Simbol?

  • 28 Jun 2026 12:33 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Delima sejak lama dianggap sebagai simbol umur panjang di berbagai kebudayaan. Kini, popularitas buah berwarna merah ini kembali naik berkat kandungan antioksidan tinggi yang diyakini mendukung kesehatan di masa tua.

Namun, benarkah konsumsi delima secara langsung memperpanjang usia? Berbagai studi menunjukkan, buah ini lebih berperan dalam menjaga kebugaran tubuh serta menekan risiko penyakit degeneratif akibat proses penuaan.

Keunggulan delima terletak pada senyawa polifenol seperti punicalagin dan ellagitannin. Zat aktif tersebut berfungsi sebagai agen antioksidan dan antiinflamasi yang melindungi sel tubuh dari kerusakan radikal bebas.

Manfaat lain yang kerap disorot adalah pengaruhnya bagi kesehatan jantung. Pembuluh darah yang terjaga dengan baik akan melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk otak, guna mendukung fungsi kognitif tetap stabil.

Sebuah studi dalam jurnal Nutrients mengamati pengaruh ekstrak delima pada kelompok dewasa berusia 55–70 tahun. Hasilnya, terdapat potensi pengaruh positif terhadap penanda biologis yang berkaitan dengan proses penuaan sehat (healthy aging).

Meski begitu, para pakar nutrisi menekankan bahwa delima bukanlah solusi "obat awet muda". Manfaat maksimal hanya akan dirasakan jika buah ini menjadi bagian dari pola makan sehat yang konsisten.

Pada dasarnya, hubungan delima dan umur panjang lebih mengarah pada konsep penuaan yang berkualitas. Kunci utama tetap terletak pada kombinasi gaya hidup sehat, aktivitas fisik rutin, manajemen stres, serta pemenuhan nutrisi harian yang seimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....