Makan Buah di Malam Hari: Sehat atau Justru Berisiko?

  • 28 Jun 2026 12:33 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Banyak orang memilih buah sebagai camilan malam karena dianggap lebih sehat dibandingkan makanan manis. Namun, muncul anggapan bahwa kebiasaan ini dapat memicu kenaikan berat badan atau gangguan pencernaan.

Lantas, benarkah konsumsi buah di malam hari berisiko? Para ahli gizi menegaskan tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan buah menjadi berbahaya karena dikonsumsi pada malam hari.

Faktor utama yang memengaruhi kesehatan justru terletak pada jenis buah, porsi yang dikonsumsi, serta kondisi kesehatan individu. Secara umum, buah tetap kaya nutrisi, vitamin, mineral, dan antioksidan kapan pun dikonsumsi.

Merujuk pada Harvard T.H. Chan School of Public Health, konsumsi buah secara rutin berkaitan erat dengan kesehatan jantung dan pemenuhan serat harian.

Terkait kekhawatiran kenaikan berat badan, tubuh manusia tetap memproses kalori dengan cara sama sepanjang hari. Kenaikan berat badan lebih dipengaruhi oleh total asupan kalori dan tingkat aktivitas fisik, bukan waktu konsumsi buah.

Justru, makan buah di malam hari bisa membantu menekan keinginan mengonsumsi camilan kurang sehat. Buah seperti apel, pir, pepaya, atau kiwi mengandung serat tinggi yang memberikan efek kenyang lebih lama.

Meski begitu, ada catatan khusus bagi penderita gangguan asam lambung atau masalah pencernaan. Anda disarankan membatasi buah bersifat asam seperti jeruk, nanas, atau grapefruit menjelang tidur agar tidak memicu rasa tidak nyaman.

Kesimpulannya, makan buah di malam hari tetap aman selama dalam porsi wajar dan seimbang. Anggapan bahwa kebiasaan ini selalu berisiko lebih mendekati mitos daripada fakta ilmiah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....