Pasien Hipertensi Diingatkan Pentingnya Komunikasi Dua Arah dengan Dokter
- 08 Jun 2026 14:40 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID,Denpasar-Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Wangaya Denpasar, dr. Gede Surya Ambara, Sp.JP., mengingatkan para penderita hipertensi, akan pentingnya membangun komunikasi dua arah yang intens dengan tim medis selama menjalani program terapi pengobatan jangka panjang.
Melalui dialog interaktif program Rahina Ayu di Pro 4 RRI Denpasar, ia menyoroti fenomena banyaknya pasien yang menghentikan konsumsi obat secara sepihak, hanya karena merasa kondisi fisiknya sudah membaik. Sikap klinis yang keliru dari pihak pasien tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan jiwa, karena memicu lonjakan tekanan darah secara mendadak.
Rasa jenuh mengonsumsi obat harian sering kali melandasi munculnya keputusan sepihak dari pasien, untuk menyetop terapi tanpa persetujuan dari dokter yang merawat. Padahal, hilangnya zat pelindung sirkulasi darah di dalam tubuh secara tiba-tiba, akan membuat organ vital mengalami kepanikan mekanis yang fatal.
Dr. Surya Ambara mengungkapkan, dampak buruk dari penghentian asupan obat anti-hipertensi tanpa indikasi medis, bisa menjadi sebuah ancaman darurat. "Kandungan di dalam pembuluh darah kita yang dapat menetralkan tensi itu, menjadi tiba-tiba stop, sehingga organ-organ kaget dan memicu peningkatan tekanan darah yang mendadak atau rebound," papar dr. Surya Ambara.
Kondisi serangan efek balik (rebound effect) inilah, yang sering kali memaksa pasien kembali dilarikan ke instalasi gawat darurat, dalam kondisi komplikasi parah. Guna menghindari kepasrahan klinis tersebut, komitmen dan keterbukaan pasien saat sesi konsultasi rutin di meja pemeriksaan, menjadi kunci penyembuhan yang utama.
Hubungan terapeutik yang harmonis akan membuka ruang diskusi yang nyaman bagi pasien, untuk menyampaikan keluhan efek samping ataupun ketidaknyamanan dosis obat. Melalui umpan balik tersebut, tim dokter spesialis dapat dengan mudah mengkalibrasi ulang formula ataupun jenis obat yang paling adaptif bagi metabolisme tubuh pasien.
Sebagai solusi medis yang bijak, dr.Surya Ambara, mendorong terwujudnya nota kesepakatan kesembuhan yang Ikhlas, antara kedua belah pihak di ruang praktik. "Paling bagus itu komunikasi dua arah, ada kesepakatan antara pasien dan dokter, sehingga pasien dengan lebih ikhlas menjalani terapinya dan memberikan hasil kontrol yang lebih bagus," tutup dr. Surya Ambara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....