Kandungan BpA dalam Kemasan Makanan dan Minuman Picu Pubertas Dini pada Anak

  • 29 Mei 2026 09:48 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Belakangan ini makin sering dibahas kenapa anak-anak saat ini mengalami pubertas lebih cepat dari biasanya? Ternyata, salah satu faktor yang sedang diteliti adalah adanya paparan Endocrine Disrupting Chemicals (EDC).

Menurut Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG, Subsp. FER, Seorang Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi mengatakan dalam Podcastnya bersama komika ternama Raditya Dika, salah satu penyebab fenomena tersebut adalah Bisphenol (BpA). Bisphenol (BpA) adalah zat kimia yang bisa menyerupai hormon estrogen. Zat ini merupakan salah satu bahan penyusun plastik PC (Polikarbonat) kemasan air minum yang pada kondisi tertentu dapat bermigrasi dari kemasan plastik PC ke air yang dikemasnya.

Dalam video podcast tersebut juga dikatakan bahwa zat-zat yang terdapat di lingkungan itu bisa mengganggu mekanisme kerja hormon. Zat BpA bisa bekerja di tempat kerjanya hormon estrogen misalnya di rahim dan di payudara. Sehingga bila ada anak perempuan terekspos dengan bisphenol pada usia dini, itu bisa memungkinkan payudaranya tumbuh lebih cepat, dinding rahimnya tumbuh lebih cepat sehingga terjadilah pubertas dini tadi.

Prof. Budi atau yang akrab disapa Prof. Iko juga menambahkan bahwa zat bisphenol paling banyak terdapat di botol kemasan minuman seperti air galon, kemasan makanan, dan polutan. Menurutnya, selain faktor lingkungan, pubertas dini juga bisa dipengaruhi oleh faktor genetik. Hanya saja, faktor genetik tidak dapat dikontrol sedangkan faktor lingkungan masih dapat diminimalisir dari paparan zat pengganggu hormon.

Salah seorang psikolog klinis, Ratih Zulhaqqi yang turut hadir dalam podcast bersama Raditya Dika saat itu juga membagikan pengalamannya. Ia menyebutkan bahwa pernah memiliki pasien berusia 6 tahun sudah mengalami menstruasi (Tanda Pubertas). Menurutnya, pencegahan pubertas dini perlu dilakukan melalui pola hidup sehat dan perhatian orang tua terhadap asupan gizi anak. Ia mengingatkan akan pentingnya menjaga pola makan, mengatur waktu istirahat tidur, serta mengurangi paparan zat beresiko seperti Bpa dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....