Minum Air Dingin atau Hangat? Cek Manfaatnya untuk Tubuh
- 14 Mei 2026 10:14 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Air hangat membantu mengaktifkan kerja usus, melarutkan makanan yang sulit dicerna, dan memperlancar proses pembuangan sisa makanan
- Tubuh biasanya mengalami dehidrasi ringan saat bangun tidur. Air hangat sering dipilih karena dianggap lebih nyaman dan "ramah" bagi lambung yang masih kosong dibandingkan air dingin.
- Meski air hangat maupun dingin sama-sama dapat menghidrasi, banyak orang memilih air hangat karena dirasa lebih ramah bagi lambung yang masih kosong.
RRI.CO.ID, Denpasar - Memulai hari dengan segelas air hangat sudah menjadi tradisi kesehatan bagi banyak orang. Meminum air hangat dipercaya memberikan efek menenangkan sekaligus manfaat medis bagi metabolisme.
Kebiasaan sederhana ini adalah metode hidrasi yang berdampak positif, mulai dari saluran pernapasan hingga sistem saraf pusat manusia. Melansir dari laman Healthline, menghirup uap dari segelas air panas menjadi pertolongan pertama yang efektif untuk meredakan kondisi hidung tersumbat.
Pada penelitian tahun 2008 berjudul The effects of a hot drink on nasal airflow and symptoms of common cold and flu memaparkan, suhu hangat ini dapat membantu melonggarkan sinus yang mampet dan meringankan sakit kepala akibat sinusitis. Selain itu, meminum air hangat mampu memberikan sensasi nyaman pada tenggorokan yang teriritasi akibat penumpukan lendir.
Dari sisi pencernaan, air hangat berperan sebagai stimulan alami yang membantu mengaktifkan kerja usus dalam mengeliminasi sisa makanan. Riset menunjukkan bahwa air hangat mampu melarutkan makanan yang sulit dicerna oleh tubuh, sehingga memperlancar proses ekskresi.
Hal ini terbukti secara klinis dalam studi tahun 2016 berjudul The Effect of Warm Water Intake on Bowel Movements yang menyatakan air hangat berdampak baik pada pergerakan usus setelah tindakan medis tertentu. Tidak hanya fisik, fungsi sistem saraf pusat pun turut terdampak positif oleh tingkat hidrasi yang terjaga.
Penelitian tahun 2019 mengungkapkan bahwa asupan air dapat meningkatkan aktivitas otak dan memperbaiki suasana hati anda. Jika anda sering merasa cemas atau stress, mengonsumsi air hangat secara rutin bisa membantu menenangkan sistem saraf dan memberikan efek relaksasi yang lebih dalam dibandingkan air dingin.
Namun, di balik beragam klaim tersebut, pakar nutrisi dari UVA Health, Mary Lou Perry, menekankan kunci utama kesehatan tetap terletak pada kecukupan hidrasi, terlepas dari suhunya. Air menjadi komponen penting yang menyusun sekitar 60 persen tubuh manusia, mulai dari paru-paru hingga tulang.
Perry mengingatkan bahwa air sangat krusial untuk menyeimbangkan bahan kimia tubuh, termasuk elektrolit yang mendukung kerja jantung dan otot. Terkait mitos keunggulan air hangat di pagi hari, UVA Health menjelaskan tubuh manusia cenderung mengalami dehidrasi ringan saat bangun tidur.
Meski air hangat maupun dingin sama-sama dapat menghidrasi, banyak orang memilih air hangat karena dirasa lebih ramah bagi lambung yang masih kosong. Pilihan suhu ini pada akhirnya kembali pada preferensi kenyamanan masing-masing individu dalam memenuhi kebutuhan cairan harian.
Sebagai langkah pencegahan, para ahli mengingatkan agar anda tetap memperhatikan suhu air yang dikonsumsi. Setidaknya suhu air hangat tidak melebihi 43 derajat celsius untuk menghindari risiko luka bakar pada jaringan esofagus.
Dengan menjaga konsumsi air yang cukup setiap hari, fungsi detoks pada ginjal akan bekerja lebih optimal dalam membuang limbah dari aliran darah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....