Ini Rahasia Naikin Skor VO2 Max Kamu

  • 11 Mei 2026 12:27 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Pernahkah gak sih anda merasa napas mulai tersengal-sengal padahal baru berlari sepuluh menit? Atau merasa progres segitu aja walaupun sudah rutin ke gym? Masalahnya mungkin bukan pada niat anda, melainkan pada 'kapasitas mesin' tubuh yang disebut VO2 Max.

Bagi kaum milenial yang akrab dengan smartwatch di pergelangan tangan, angka VO2 Max sering kali menjadi parameter yang prestise sekaligus menentukan kualitas kesehatan. Secara teknis, VO2 Max jadi metrik yang menunjukkan jumlah maksimum oksigen yang dapat dikonsumsi tubuh per menit per kilogram berat badan.

Semakin tinggi angkanya, semakin efisien tubuh Anda mengolah oksigen menjadi energi. Lalu, bagaimana cara efektif meningkatkan VO2 Max?

1. Ubah Strategi Aktifitas Fisik dengan HIIT

Dikutip dari laman Garmin, strategi paling efektif yang kini populer di kalangan fitness enthusiast adalah High-Intensity Interval Training (HIIT). Alih-alih berlari statis dengan kecepatan yang sama selama satu jam, HIIT menantang sistem kardiorespirasi Anda melalui periode aktivitas berat yang singkat, seperti sprint 30 detik, diselingi waktu istirahat singkat.

Latihan ini terbukti ampuh memicu adaptasi tubuh dalam mengelola oksigen secara ekstrem. Tubuh dipaksa bekerja di ambang batasnya, yang secara otomatis akan 'memperbesar' kapasitas serapan oksigen Anda. Kunci utama latihan untuk meningkatkan untuk VO2 max adalah melakukan latihan secara berurutan dengan jeda istirahat yang sangat minim antar gerakan. Ini memaksa jantung dan paru-paru bekerja terus-menerus.

2. Jebakan 'Plateau' dan Pentingnya Variasi

Jika skor VO2 Max anda tidak naik, anda mungkin sedan gada dalam fase diminishing returns. Semakin bugar seseorang, semakin besar usaha yang dibutuhkan untuk naik ke level berikutnya. Di sinilah variasi olahraga menjadi kunci.

Jangan hanya terpaku pada satu jenis olahraga saja. Anda dapat mencoba beberapa jenis olahraga seperti berenang, bersepeda, atau yoga untuk menjaga otot tetap responsif. Mengubah tempo, jarak, dan durasi latihan, juga sangat membantu secara mental maupun fisik agar tubuh tidak 'terbiasa' dengan beban yang itu-itu saja.

3. Pemulihan Penting Sebagai Bagian dari Latihan

Satu kesalahan fatal generasi milenial adalah obsesi pada target, tanpa memberi ruang untuk istirahat. Tubuh justru menjadi lebih kuat dan bugar saat Anda beristirahat, bukan saat sedang berkeringat. Tanpa waktu pemulihan yang cukup, latihan Anda justru menjadi kontraproduktif.

Penting untuk memantau recovery time melalui perangkat pintar seperti smarwatch. Perangkat ini bisa menjadi panduan kapan tubuh siap kembali 'disiksa' dan kapan harus melakukan aktivitas ringan seperti jalan santai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....