Pergantian Musim Bikin Tubuh Rentan Sakit

  • 06 Mei 2026 09:25 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Perubahan musim kerap membawa dampak kurang nyaman bagi tubuh. Mulai dari gejala ringan seperti flu hingga gangguan kesehatan yang lebih serius dapat muncul secara tiba-tiba.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa masa peralihan musim ditandai dengan dinamika atmosfer yang memicu cuaca ekstrem. Kondisi ini menyebabkan cuaca menjadi tidak menentu, bahkan berubah drastis dalam waktu singkat.

Di sejumlah wilayah, hujan dengan intensitas sangat lebat dapat terjadi dalam durasi singkat. Sementara di daerah lain, suhu udara justru meningkat tajam. Perubahan cuaca yang ekstrem ini berdampak langsung pada kondisi tubuh. Banyak orang mengeluhkan mudah lelah, pusing, hingga terserang flu.

Para ahli menyebutkan bahwa perubahan musim dapat memengaruhi sistem pernapasan dan daya tahan tubuh. Perpindahan suhu, bahkan dari ruangan dingin ke panas, sudah cukup memicu gangguan kesehatan.

Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan suhu. Jika proses adaptasi tidak optimal, maka tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi.

Selain itu, virus penyebab flu juga lebih mudah menyebar melalui udara dan percikan, terutama saat kondisi cuaca tidak stabil. Situasi ini membuat sistem imun bekerja lebih keras dari biasanya.

Perubahan suhu ekstrem juga disebut dapat menurunkan daya tahan tubuh, terutama pada kelompok rentan seperti lansia dan individu dengan penyakit penyerta.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap kondisi tubuh dan melakukan langkah pencegahan sejak dini.

Dilansir dari EMC Healthcare, menjaga pola makan bergizi menjadi langkah penting dalam menghadapi pergantian musim. Konsumsi buah, sayur, dan makanan dengan kandungan vitamin lengkap dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.

Selain itu, menjaga kecukupan cairan dengan minum air putih minimal delapan gelas per hari juga diperlukan untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal.

Langkah lain yang tak kalah penting adalah menjaga kebersihan lingkungan guna mengurangi paparan debu dan alergen. Vaksinasi influenza dapat menjadi opsi pencegahan tambahan, disertai upaya menghindari gigitan nyamuk dengan memastikan lingkungan tetap bersih dan tidak lembap.

Pergantian musim memang tidak dapat dihindari. Namun, kesiapan tubuh dalam beradaptasi dapat membantu meminimalkan risiko gangguan kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....