Ciplukan , Buah Lampion Masa Kecil yang ternyata Herbal Mahal
- 04 Mei 2026 14:29 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Ingat buah bungkus lampion yang dulu sering kita petik dikebun terus dipencet pletok? Namanya Ciplukan. Dulu dibuang,sekarang diburu, karena dibalik rasa manis asamnya,tersembunyi senyawa anti kanker dan anti diabetes yang diakui. Ciplukan ( Physalis angulate ) dulu sering diremehkan padahal emas hijau yang banyak manfaatnya.
Adapun ciri fisik Ciplukan , buah bulat terbungkus kelopak mengembang, rasa manis asam, daunnya tunggal bergerigi. Habitat Ciplukan ditempat tanah kosong, kebun, ladang suka ditempat yang lembap dan panas. Buah Ciplukan telah lama dimanfaatkan sebagai tanaman herbal di Indonesia. Buah ini bisa dikonsumsi langsung atau dijadikan olahan seperti selai,jus dan teh herbal. Meski ukurannya kecil, ciplukan mengandung beragam nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan pria namun untuk ibu hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi buah ciplukan.
Berbagai manfaat buah ciplukan (alodokter.com).
Menjaga stamina dan daya tahan tubuh. Nutrisi ini membantu mendukung sistem imun serta melindungi tubuh dari paparan radikal bebas yang dapat menyebabkan mudah lelah dan penurunan energy.
Mengontrol gula darah. Senyawa aktif dalam ciplukan berpotensi mempengaruhi metabolisme glukosa, sehingga dapat dan mendukung fungsi metabolisme tubuh secara optimal..
Melindungi tubuh dari radikal bebas. Buah Ciplukan juga dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Mendukung kesehatan reproduksi pria. Kandungan antioksidan dalam ciplukan berperan melindungi sel tubuh, termasuk sel sperma dari kerusakan akibat stress oksidatif.
Mendukung kesehatan jantung. Buah ciplukan mengandung polifenol dan flavonoid yang bereparan sebagai antioksidan dan antiradang. Senyawa ini membantu menjaga kesehatan pembuluh darah serta menghambat oksidasi.
Hingga saat ini,belum ada rekomendasi dosis baku secara medis untuk konsumsi buah ciplukan. Namun buah ciplukan matang dapat dikonsumsi sekitar 5 – 10 buah perhari atau setara dengan 50 – 100 gram sebagai bagian dari menu harian. Pastikan untuk tidak mengkonsumsi secara berlebihan dan pilih buah ciplukan yang benar – benar matang, bersih, serta bebas dari daun atau batang.
Dari yang dulu diinjak, sekarang dicari. Dari pletokan jadi pelindung .Ciplukan membuktikan bahwa harta karun kesehatan seringkali tumbuh tepat dibawah kaki kita. Kuncinya satu kenali dengan benar,dan jangan berlebihan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....