Latihan Beban, Investasi Kesehatan untuk Masa Tua yang Mandiri

  • 03 Mei 2026 10:20 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Apa yang kita rasakan di usia 60-70 tahun adalah hasil akumulasi gaya hidup terhadap otot sejak masa muda. Kualitas tubuh saat menua ditentukan oleh seberapa baik kita melatih otot hari ini.
  • Latihan beban memberikan stimulus yang tidak hanya memperbesar otot, tetapi juga meningkatkan kepadatan tulang untuk menjaga struktur tubuh tetap kuat.

RRI.CO.ID, Denpasar – Latihan otot sering disangka sebagai latihan angkat berat tanpa makna. Namun tahukah anda? latihan otot dengan model latihan strength training atau latihan kekuatan dengan mengandalkan beban, akan menentukan bagaimana anda menua sesuai dengan usia.

Dalam jurnal penelitian berjudul Aging Skeletal Muscles, oleh Thomas Gustafsson yang dipublikasi pada tahun 2024 menunjukan, secara alami tubuh akan mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Seiring bertambahnya usia, kita kehilangan kekuatan dan daya otot, kondisi yang umum disebut sebagai sarcopenia.

Penelitian ini menyebutkan sarkopenia dapat mencapai sekitar 5-10% dari populasi lansia. Sarkopenia tidak terjadi secara tiba-tiba, lho!.

Tubuh mengalami perubahan seperti penurunan persentase otot, tulang yang semakin rapuh, terbatasnya aktifitas fisik, hingga risiko jatuh yang meningkat. Hal ini merupakan akumulasi secara progresif selama puluhan tahun.

Secara klinis, pada usia 60-an atau 70-an penurunan kualitas otot mulai terlihat. Hal ini adalah akumulasi dari proses yang terjadi selama dekade demi dekade.

Artinya, apa yang kita rasakan di masa tua adalah hasil dari apa yang kita lakukan atau kita lakukan pada otot kita, sejak masa muda. Seperti apa peran otot untuk tubuh manusia? Otot rangka yang ada pada tubuh manusia tidak hanya membentuk tubuh dan terlihat atletis.

Penelitian berjudul Association between muscle mass and insulin sensitivity independent of detrimental adipose depots in young adults with overweight/obesity ditahun 2020 memperoleh temuan bahwa, otot tubuh merupakan konsumen glukosa atau gula darah terbesar yang ada di tubuh kita. Saat kita memiliki massa otot yang sehat dan aktif, otot tersebut bertindak seperti spons.

Tugasnya sebagai penyerap gula dari aliran darah dengan bantuan insulin. Sebaliknya, jika massa otot sedikit, gula darah semakin sulit dikelola.

Hal inilah yang memicu resistensi insulin, langkah awal menuju diabetes. Selain itu, melatih otot sejak usia muda juga meningkatkan lepadatan tulang, seiring dengan stimulus yang diberikan ketika berlatih beban.

Tulang yang padat akan memberikan struktur yang kuat pada tubuh manusia. Bagaimana cara meningkatkan massa otot dalam tubuh? Aktifitas fisik seperti berolahraga tetap menjadi satu-satunya intervensi yang memiliki bukti ilmiah kuat (evidence-based) untuk mencegah dan mengatasi sarkopenia pada manusia.

Latihan beban dapat meningkatkan massa otot. Mengkoleksi massa otot sejak dini dianggap sebagai indikator kesehatan metabolik, yang sama pentingnya dengan pengecekan kadar lemak tubuh.

Kesehatan tidak hanya ditentukan oleh angka di timbangan atau seberapa banyak lemak yang hilang, tetapi juga seberapa banyak otot yang kita bangun atau pertahankan. Menua itu pasti, tapi kualitas tubuh akan sangat ditentukan dari apa dan bagaimana kita lakukan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....