Dorong Program Prioritas Kemendukbangga/BKKBN untuk Percepatan Stunting

  • 30 Apr 2026 21:33 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali,Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For.M.A.R.S. beserta jajaran melaksanakan audiensi dengan Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja guna memperkuat sinergi program pembangunan keluarga, khususnya dalam mendukung Program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, diantaranya GENTING (Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), SIDAYA (Lanjut Usia Berdaya), SAKINA (Super Apps Keluarga Indonesia) dan MBG sasaran 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita Non Paud) pada Kamis, 30 April 2026.

Dalam pertemuan tersebut, dipaparkan sejumlah program prioritas yang tengah didorong Kemendukbangga/BKKBN, termasuk rencana kerja sama pembuatan video edukasi untuk program SIDAYA (Lansia Berdaya). Program SIDAYA merupakan inisiatif strategis yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, produktif, dan berdaya di tengah keluarga serta masyarakat. Melalui pendekatan edukatif, program ini juga mendorong penguatan peran keluarga dalam memberikan pendampingan dan dukungan kepada lansia, sehingga tercipta ketahanan keluarga lintas generasi.

Audiensi ini turut membahas peluang kolaborasi lintas akademik dalam mendukung percepatan penurunan stunting serta peningkatan kualitas keluarga melalui pendekatan edukasi dan pendampingan berbasis masyarakat. Kolaborasi dengan perguruan tinggi dinilai strategis dalam memperluas jangkauan intervensi, sekaligus memperkuat kualitas pelaksanaan program di lapangan.

Pihak Undiksha menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama, Gede Rasben Dantes, menyampaikan bahwa berbagai program kampus seperti KKN Tematik, desa binaan, serta keterlibatan Fakultas Kesehatan memiliki potensi besar untuk disinergikan dengan program Kemendukbangga/BKKBN.

Menurutnya, keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata, termasuk dalam pelaksanaan program KB Pascapersalinan serta pendampingan keluarga berisiko stunting di tingkat desa.

“Pendekatan berbasis akademik yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat akan memperkuat efektivitas intervensi, terutama dalam perubahan perilaku dan peningkatan literasi kesehatan keluarga,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan terbangun ekosistem kerja sama yang berkelanjutan antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mempercepat penurunan stunting, sekaligus meningkatkan kualitas keluarga Indonesia secara menyeluruh, termasuk penguatan peran lansia melalui program SIDAYA.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....