Mengenal Death Positivity: Berdamai dengan Akhir Hidup

  • 29 Apr 2026 10:13 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Konsep death positivity berfokus pada penerimaan kematian sebagai proses alami manusia.
  • Gerakan ini dipelopori oleh Caitlin Doughty untuk menghapus stigma negatif soal ajal.
  • Memahami kematian membantu manusia menjalani hidup dengan lebih sadar dan berkualitas.

RRI.CO.ID, Denpasar - Death positivity mengajak Anda menerima kematian sebagai bagian alami kehidupan. Gerakan ini bukan merayakan kesedihan, melainkan membuang rasa tabu.

Kematian sering dianggap menyeramkan dan dilarang untuk dibicarakan secara terbuka. Padahal, menutup mata tidak akan membuat kematian itu menghilang begitu saja.

Caitlin Doughty memulai gerakan ini melalui organisasi The Order of the Good Death. Ia ingin masyarakat lebih terbuka membicarakan kematian tanpa rasa takut.

Melansir laman Healthline, gerakan ini sebenarnya berakar dari teori antropolog Ernest Becker. Becker menyebut ketakutan akan kematian sering memicu kecemasan dalam hidup.

Membicarakan kematian justru bisa membuat hidup Anda terasa jauh lebih bermakna. Anda akan lebih menghargai waktu dan hubungan dengan orang-orang tercinta.

"Membicarakan kematian tidak akan membunuh Anda," ujar para pendukung gerakan ini. Kalimat tersebut menjadi pengingat bahwa diskusi ini justru sangat menyehatkan.

Tujuannya agar Anda bisa mempersiapkan segala sesuatu dengan hati yang tenang. Persiapan yang matang adalah hadiah terakhir bagi diri sendiri dan keluarga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....