Mengapa Anemia Tidak Boleh Disepelekan?

  • 25 Apr 2026 05:31 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Anemia sering dianggap sebagai kondisi kurang darah biasa. Padahal, jika tidak memperoleh penanganan, akan berdampak buruk bagi tubuh anda.

Penurunan produktivitas hingga risiko kesehatan yang lebih serius pun bisa terjadi. dr.Yogi Haditya, Sp.PD dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Bali menyatakan, penting bagi kita untuk memahami apa itu hemoglobin (Hb), bagaimana anemia terjadi, dan bagaimana cara mengatasinya.

“Kita perlu ketahui dulu apa itu anemia. Jadi dalam darah terdapat Hemoglobin, protein yang kaya akan zat besi di dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah ambang batas normal, terjadilah anemia,” jelasnya.

Ia menyatakan, diagnosis anemia yang akurat tidak cukup hanya melalui screening sederhana di ujung jari. Untuk hasil yang valid, disarankan melakukan tes laboratorium melalui pengambilan darah vena.

Nilai hemoglobin yang normal pada tubuh seseorang ditentukan berdasarkan jenis kelamin dan usianya. Kadar hemoglobin normal pada wanita dewasa berkisar antara 12–15 g/dL, sedangkan kadar hemoglobin pada pria dewasa berkisar antara 13–17 g/dL.

Kadar hemoglobin yang rendah, seperti pada wanita berada di bawah angka 11 menandakan tubuh mengalami anemia. Ketika hemoglobin tidak tercukupi dengan baik, tubuh akan mengalami beberapa gejala berupa lemas dan cepat lelah, sakit kepala dan pusing, kulit terlihat pucat, dada berdebar, serta sesak napas.

Anemia bukanlah penyakit tunggal, melainkan sebuah kondisi yang dipicu oleh berbagai faktor seperti masalah produksi dalam tubuh karena kurangnya asupan zat besi dan vitamin B12 menghambat tubuh memproduksi sel darah merah yang sehat. Selain itu, gangguan pada sumsum tulang juga bisa menjadi pemicu utama.

Yogi haditya menyebutkan, anemia dapat terjadi sebagai akibat dari pendarahan yang memanjang, baik karena siklus menstruasi yang berat, pendarahan saluran cerna, hingga wasir. Jika kondisi tersebut tidak di sembuhkan, dapat menyebabkan kehilangan sel darah merah secara terus-menerus.

Selain itu, terdapat beberapa penyakit kronis seperti talasemia, yaitu gangguan genetik pada rangkaian hemoglobin, gagal ginjal, hingga infeksi kronis seperti HIV dan tuberkulosis sering kali disertai dengan komplikasi anemia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....