Tidak Melulu Soal Durasi, Ini Fakta Menarik dari Aktifitas Tidur

  • 23 Apr 2026 07:49 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Tidur menjadi proses aktif untuk otak bekerja seperti petugas kebersihan. Pada fase NREM, otak menyaring memori dan membuang sampah metabolit (seperti beta-amiloid), sementara pada fase REM, otak mengintegrasikan ingatan dan mencari pola.
  • Tidak ada standar baku "delapan jam" untuk semua orang. Durasi tidur manusia bersifat variabel dan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari tuntutan pekerjaan, aktivitas harian, hingga kondisi alam seperti perubahan musim
  • Kurang tidur yang terakumulasi (sleep debt) berisiko tinggi menyebabkan penurunan kinerja, kelelahan kronis, dan gangguan kognitif.

RRI.CO.ID, Denpasar – Tidur malam merupakan kebutuhan esensial bagi mahluk hidup. Namun, berapakah durasi yang cukup bagi manusia untuk tidur?

Apakah tidur malam selama delapan jam akan memulihkan energi anda dan siap untuk beraktifitas? Buku Exercise : Why Something We Never Evolved to Do Is Healthy dan Rewarding karya Daniel E. Lieberman menyebutkan pada pembahasan kebutuhan tidur bagi manusia, tidak ada yang tahu pasti kapan dan di mana asal muasal dari kebutuhan tidur selama delapan jam.

Menariknya, pada akhir abad ke-19, para pekerja pabrik yang melakukan aksi mogok berbaris di jalan-jalan kota sambil meneriakkan, "Delapan jam untuk bekerja, delapan jam untuk istirahat, delapan jam untuk apa pun yang kami mau!". Daniel Lieberman dalam ulasannya juga menyebutkan sampai saat ini tidak ada pola tidur yang tunggal bagi manusia maupun mahluk hidup lainnya.

Tidur malam diakui menjadi momen paling penting bagi keberlangsungan hidup mahluk hidup. Fase Non Rapid Eye Movement atau NREM saat manusia tidur menjadi waktu kerja dari otak.

Otak memulai aktifitasnya untuk menyaring ingatan-ingatan dan membuang yang tidak berguna, misalnya warna baju orang yang kita lihat siang hari di sebelah kita. Saat tidur, otak juga mengirimkan yang penting ke pusat penyimpanan jangka panjang.

Otak juga menandai dan memilah ingatan, memperkuat yang mungkin kita butuhkan. Dan yang luar biasa, otak juga menganalisis ingatan tertentu selama tidur REM, mengintegrasikannya dan mencari pola.

Saat tidur, otak manusia bekerja seperti petugas kebersihan, lho. Ada miliaran reaksi kimia yang tercipta saat tidur.

Menariknya, otak juga memiliki produk limbah yang dikenal sebagai metabolit. Beberapa di antaranya sangat reaktif dan merusak.

Dari total kalori yang dikonsumsi manusia, otak seperlima untuk bekerja dan menghasilkan metabolit yang melimpah. Pada penelitian tahun 2015 yang dipublikasi oleh Nature Neuroscience mengungkapkan beberapa molekul "sampah" seperti beta-amiloid, dapat menyumbat neuron.

Ada juga seperti adenosin, ketika menumpuk akan membuat kita mengantuk dan dapat dinetralkan oleh kafein. Tahukah anda? Keledai hanya tidur dua jam sehari, tetapi trenggiling bisa tidur hingga dua puluh jam.

Beberapa hewan seperti jerapah sering tidur siang sebentar-sebentar. Perilaku setiap mahluk hidup yang berbeda-beda ini menghasilkan pola yang beragam terkait durasi tidur mereka.

Daniel Lieberman dalam ulasan bukunya juga menyoroti bahwa mayoritas mamalia tidur antara delapan hingga dua belas jam sehari, dan sebagian besar primata tidur antara sembilan hingga tiga belas jam. Termasuk simpanse, juga memanfaatkan waktu rata-rata sebelas hingga dua belas jam per malam untuk beristirahat.

Secara konsisten penelitian tentang perilaku tidur pada tahun 2006, 2007, 2011, dan 2014 menyebutkan durasi dan pola tidur manusia ternyata di pengaruhi oleh kondisi musim setiap negara. Diungkapkan, penelitian menggunakan teknologi sensor baru yang memantau tidur beberapa sample orang dewasa di Amerika Serikat, Jerman, Italia, dan Australia

Penelitian ini menghasilkan fakta yang menarik. Ternyata, masyarakat cenderung memiliki durasi tidur sekitar enam setengah jam di musim panas saat cuaca hangat dan terang, dan antara tujuh hingga tujuh setengah jam pada bulan-bulan musim dingin yang lebih dingin dan gelap.

David F. Dinges, PhD, Profesor sekaligus Chief of the Division of Sleep and Chronobiology pada Departemen Psikiatri di Fakultas Kedokteran Universitas Pennsylvania pada penelitiannya menyatakan, bahwa utang tidur yang terakumulasi menyebabkan penurunan kinerja, kelelahan, dan gangguan kognitif yang signifikan. Lalu apakah manusia membutuhkan tidur selama delapan jam?.

Saat ini pola tidur manusia sangat dipengaruhi oleh jam weker setiap, tidur dengan lampu, kehadiran ponsel pintar sebelum tidur, dan musuh tidur lainnya seperti pekerjaan yang tidak pernah ada habisnya. Durasi tidur akan sangat bervariasi dengan aktifitas harian, situasi lingkungan, dan kebutuhan tubuh anda untuk beristirahat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....