Seni Mengatakan Tidak: Menjaga Kesehatan Mental dengan Menetapkan Batasan Diri
- 20 Apr 2026 21:54 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Pernahkah Anda merasa sangat lelah karena selalu mengiyakan semua permintaan orang lain? Tekanan sosial dan tuntutan pekerjaan sering kali membuat kita sulit untuk berkata "tidak". Namun, para ahli psikologi menekankan bahwa kemampuan menetapkan batasan adalah kunci utama menjaga kesehatan mental.
Banyak orang merasa bersalah atau takut dianggap egois dan tidak kooperatif jika menolak permintaan. Rasa takut akan penolakan atau keinginan untuk selalu menyenangkan orang lain sering kali menjadi penghalang utama.
Padahal, terus-menerus mengiyakan sesuatu yang tidak mampu kita lakukan dapat memicu stres kronis, kelelahan fisik, hingga hilangnya jati diri. World Health Organization atau WHO menyatakan bahwa kesehatan mental yang baik melibatkan kemampuan individu untuk mengelola stres harian.
Menetapkan batasan diri bukan berarti memutus silaturahmi, melainkan cara kita menghargai kapasitas energi dan waktu yang kita miliki. Dengan memiliki batasan yang jelas, kita justru dapat memberikan kualitas terbaik pada hal-hal yang benar-benar menjadi prioritas kita.
Menurut para pakar kesehatan mental ada beberapa teknik komunikasi asertif yang bisa diterapkan:
Gunakan Kalimat yang Lugas: Katakan, "Terima kasih atas tawarannya, namun saat ini saya tidak bisa membantu karena ada komitmen lain," tanpa perlu memberikan alasan yang terlalu panjang.
Berikan Alternatif: Jika memungkinkan, Anda bisa menawarkan waktu lain atau cara lain yang tidak mengganggu jadwal utama Anda.
Hargai Diri Sendiri: Ingatlah bahwa setiap kali Anda mengatakan "tidak" pada hal yang tidak penting, Anda sedang mengatakan "ya" pada kesehatan mental Anda sendiri.
Orang yang mampu menetapkan batasan cenderung memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi. Mereka dapat fokus pada tanggung jawab utama tanpa terdistraksi oleh urusan orang lain yang bukan merupakan prioritas.
Di lingkungan kerja, profesionalisme justru sering kali diukur dari kemampuan seseorang dalam mengelola beban kerja secara realistis melalui komunikasi yang jujur. Membangun budaya saling menghargai batasan diri harus dimulai dari lingkungan terkecil, seperti keluarga dan rekan kerja.
Saling memahami bahwa setiap orang memiliki kapasitas yang berbeda akan menciptakan ekosistem sosial yang lebih sehat dan suportif. Menghargai keputusan seseorang untuk berkata "tidak" adalah salah satu bentuk empati yang paling tinggi.
Berani berkata "tidak" adalah langkah awal untuk mencintai diri sendiri. Jangan biarkan energi Anda habis hanya untuk memenuhi ekspektasi orang lain.
Mari bangun kesehatan mental yang lebih tangguh dengan berani menetapkan batasan yang sehat mulai hari ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....