Benarkah Autoimun Bisa Sembuh karena Perasaan Bahagia?

  • 17 Apr 2026 09:42 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Autoimun merupakan kondisi ketika sistem imun tubuh keliru menyerang sel dan jaringan sehat. Penyakit ini bersifat kompleks karena melibatkan faktor genetik, lingkungan, dan sistem kekebalan tubuh yang tidak seimbang.

Menurut Harvard Health, para ahli menyatakan bahwa sebagian besar penyakit autoimun masih belum memiliki obat untuk sembuh total. Saat ini hanya bisa dikendalikan agar gejalanya mereda atau masuk fase remisi.

Muncul anggapan di tengah masyarakat bahwa perasaan bahagia atau kondisi mental yang positif bisa menyembuhkan autoimun. Melansir dari sciencedirect.com, kebahagiaan tidak dapat secara langsung menyembuhkan autoimun.

Penyakit ini berkaitan dengan kesalahan sistem imun yang kompleks dan memerlukan penanganan medis. Namun demikian, kondisi psikologis seperti stres, kecemasan, dan depresi memiliki hubungan dengan sistem imun.

Emosi negatif dapat memperburuk peradangan dalam tubuh, yang menjadi ciri khas penyakit autoimun. Sebaliknya, perasaan bahagia dan tenang bisa membantu mengurangi stress dan secara tidak langsung memperbaiki kualitas hidup penderita autoimun.

Pendekatan pengelolaan autoimun umumnya melibatkan kombinasi pengobatan medis, pola makan sehat, olahraga ringan, serta manajemen stres. Dalam konteks ini, menjaga kesehatan mental menjadi bagian penting dari terapi holistik.

Mengutip dari health.com, pasien dengan kondisi mental yang stabil cenderung memiliki gejala yang lebih terkontrol. Artinya, kebahagiaan berperan sebagai faktor pendukung, bukan sebagai penyembuh utama.

Perasaan bahagia tidak bisa menyembuhkan autoimun secara langsung. Pendekatan terbaik adalah menggabungkan perawatan medis, gaya hidup sehat, dan keseimbangan emosional agar kualitas hidup penderita tetap optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....