Khasiat Daun Akasia: Bisa Obati Diare dan Disentri, Berikut Penjelasannya
- 15 Apr 2026 13:07 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID.,Denpasar – Tahukah kamu? Tanaman akasia yang kerap kali kita temui sebagai peneduh jalan ternyata memiliki khasiat yang luar biasa bagi tubuh. Tanaman akasia banyak digunakan sebagai tanaman peneduh jalan, tanaman hias, dan kayunya digunakan dalam pembuatan perabot rumah tangga.
Akasia berasal dari Australia, Indonesia, dan Papua Nugini, dan berhasil diperkenalkan ke Sabah, Malaysia pada tahun 1960 dan negara lain, seperti Bangladesh, China, Thailand, India, Filipina, Srilanka, dan India. Dalam Bahasa latin akasia disebut Acacia Mangium Willd. Di Indonesia akasia sering disebut Mangga hutan, Tongke hutan (Seram), Nak (Maluku), Laj (Aru), Jerri (Irian jaya) sesuai daerah masing-masing.
| Baca juga: Loloh Don Piduh Jamu Tradisional Khas Bali |
Dilansir dari laman resmi socfindoconservation.co.id, tumbuhan ini tumbuh di daerah tropis lembab yang hangat, ditemukan pada ketinggian hingga 800 m dpl, di daerah di mana curah hujan tahunan rata-rata berada dikisaran 1.500-3.000 mm. Berhasil di berbagai jenis tanah, biasanya ditemukan di tanah asam dengan kesuburan sedang hingga rendah, lebih menyukai tanah yang berdrainase baik, pH dalam kisaran 4,5-6,5, membutuhkan posisi cerah (sinar matahari penuh).
Tanaman ini mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, steroid, tanin, terpenoid, methoxyl, uronic acid, 4-0-methylgucoronic acid, glucoronic acid, galactose, arabinose, dan rhamnose. Memiliki akar tunggang dan kokoh, Batang akasia muda memiliki kulit batang mulus dan berwarna kehijauan. Setelah memasuki umur 2-3 tahun, akan muncul celah- celah pada kulit pohon. Pada pohon yang telah tua, kulit batang akan bertekstur kasar, keras, bercelah dekat pangkal dan warnanya berubah menjadi cokelat atau cokelat tua.
Daun pada anakan akasia yang baru berkecambah adalah daun majemuk yang terdiri dari banyak anak daun. Bunga akasia tersusun dari banyak bunga kecil berwarna putih atau krem seperti paku. Ketika mekar, bentuk bunga mirip sikat botol. Buah polong lebar, linier, dan melingkar tidak beraturan saat matang, bermembran atau sedikit berkayu, berurat tidak mencolok, lebar 3-5 mm dan panjang 7-10 cm. Biji akasia berwarna hitam mengkilap dengan bentuk bervariasi, seperti longitudinal, elips, oval, hingga lonjong dengan ukuran 3-5 x 2-3 mm. Biji akasia melekat pada polong dengan tangkai yang berwarna oranye kemerahan.
Lalu, dari sekian banyak morfologi tanaman dibagian mana pada tanaman ini yang aman dikonsumsi? Penting untuk diketahui bahwa bagian daun dan kulit batang aman untuk dikonsumsi. Selain itu bagian tersebut juga memiliki khasiat yang jarang diketahui oleh banyak orang.
Tanaman akasia ternyata memiliki sejuta manfaat. Akasia sangat ampuh mengobati diare dan disentri, membantu dalam kasus pendarahan internal, mengobati luka dan masalah kulit lainnya, wasir, kaki berkeringat, beberapa masalah mata, sebagai obat kumur, mengobati ejakulasi dini, dan menurunkan hipertensi.
Cara mengkonsumsinya pun beraneka ragam, bisa dengan cara diolah terlebih dahulu dalam bentuk serbuk maupun langsung direbus dicampur air dan bahan lainnya lalu diminum.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....