Egosentrisme: Seseorang Mengutamakan Keuntungan Pribadi
- 13 Apr 2026 21:20 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Dalam interaksi sosial sehari-hari, kita sering menjumpai perilaku individu yang hanya fokus pada keuntungan diri sendiri tanpa memedulikan dampak bagi orang di sekitarnya. Para ahli perilaku menyebut fenomena ini bukan sekadar sifat buruk, melainkan hasil dari kombinasi kompleks antara faktor psikologis, lingkungan, dan mekanisme pertahanan diri.
Berdasarkan kajian dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), dasar utama dari perilaku ini adalah rendahnya tingkat empati seseorang. Individu tersebut mungkin memahami situasi orang lain secara logika, namun tidak mampu merasakan beban emosional atau kerugian yang dialami orang lain akibat tindakan yang mereka ambil.
Sosiolog dari Universitas Udayana menjelaskan bahwa lingkungan yang terlalu menekankan kompetisi ekstrem sejak dini dapat membentuk pola pikir "bertahan hidup". Seseorang yang tumbuh dalam lingkungan yang hanya menghargai hasil akhir atau keberhasilan material cenderung melihat orang lain sebagai alat atau penghalang dalam mencapai tujuannya.
Dari sudut pandang psikologi evolusioner, insting untuk mengamankan sumber daya bagi diri sendiri adalah bentuk dasar dari pertahanan hidup manusia purba. Namun, pada masyarakat modern, insting ini sering kali muncul secara menyimpang dalam bentuk keserakahan atau perilaku oportunistik yang merugikan tatanan sosial masyarakat yang lebih luas.
Pakar kesehatan mental menekankan bahwa kecenderungan memanfaatkan orang lain sering kali menjadi indikator dari ciri kepribadian narsistik atau antisosial. Individu dengan karakteristik ini memiliki rasa kepentingan diri yang berlebihan dan merasa berhak mendapatkan perlakuan istimewa, sehingga mereka tidak merasa bersalah saat mengabaikan hak orang lain demi ambisinya.
Perilaku yang hanya menguntungkan diri sendiri secara konsisten dapat merusak modal sosial, yaitu kepercayaan antarwarga di dalam sebuah komunitas. Ketiadaan rasa saling peduli mengakibatkan kerja sama tim menjadi sulit terbentuk dan menciptakan lingkungan sosial yang tidak sehat serta penuh kecurigaan.
Perilaku mementingkan diri sendiri merupakan fenomena yang kompleks, yang berakar dari kurangnya empati hingga pengaruh lingkungan yang sangat kompetitif. Memahami latar belakang psikologis ini memberikan gambaran bahwa integritas dan kepedulian sosial adalah pilar penting yang harus terus dipelihara demi keseimbangan hidup bermasyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....