Penyakit ITP: Kenali Gejala, Pengobatan dan Cara Pencegahannya
- 13 Apr 2026 12:34 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID., Denpasar – Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP) merupakan penyakit yang menyebabkan tubuh mudah memar atau berdarah. ITP dapat terjadi pada anak-anak dan dewasa. Kondisi ini tidak menular sehingga interaksi langsung dengan penderita tidak menyebabkan seseorang tertular. Gejala utama ITP adalah munculnya ruam merah atau memar di berbagai bagian tubuh dan perdarahan yang sulit dihentikan ketika luka. Dikutip dari laman Alodokter.com, Beberapa tanda dan gejala tambahan lain yang disebabkan oleh ITP adalah:
- Rasa lelah yang berlebihan
- Mimisan
- Bercak darah pada urine atau tinja
- Gusi berdarah, terutama setelah menjalani perawatan gigi
- Perdarahan berlebihan saat menstruasi
Pada anak-anak, ITP terkadang tidak menimbulkan gejala. Jika muncul, gejala biasanya bersifat ringan dan berlangsung kurang dari 6 bulan (akut). Gejala ITP juga dapat berlangsung lebih dari 6 bulan (kronis), tetapi biasanya terjadi pada penderita dewasa.
Penyebab ITP belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Namun, dugaan utama penyebab ITP adalah gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang disebut penyakit autoimun. Selain itu terdapat hal-hal yang memicu munculnya ITP, antara lain: Infeksi virus atau bakteri (umumnya pada anak-anak), vaksinasi, paparan racun atau bahkan bahan kimia berbahaya seperti insektisida, penyakit autoimun lain seperti lupus, dan pengobatan kemoterapi.
Pada penderita ITP, sistem kekebalan tubuh menganggap trombosit sebagai benda asing yang berbahaya sehingga dibentuk antibodi untuk menyerang trombosit. Hal inilah yang menyebabkan jumlah trombosit menurun.
Meskipun ITP sendiri tidak dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya perdarahan, yaitu:
Lindungi diri Anda dari hal-hal yang dapat menyebabkan cedera.
Konsultasikan kepada dokter tentang obat-obatan yang aman untuk Anda. Dokter akan melarang penggunaan obat yang dapat memengaruhi kadar trombosit dan meningkatkan risiko perdarahan, seperti aspirin atau ibuprofen.
Segera hubungi dokter jika Anda mengalami gejala infeksi, misalnya demam. Tindakan ini penting dilakukan jika Anda menderita ITP atau telah menjalani pengangkatan organ limpa.
Penderita ITP perlu berhati-hati dalam beraktivitas, khususnya aktivitas yang melibatkan kontak fisik dan berisiko menyebabkan cedera atau luka, misalnya bermain sepak bola. Bila mengalami luka, lakukan upaya untuk menghentikan perdarahan dengan menekan area yang berdarah.
ITP yang ringan tidak memerlukan penanganan secara khusus, tetapi dokter akan memantau dan melakukan pemeriksaan trombosit secara rutin untuk mencegah perdarahan. Sedangkan pada ITP yang lebih parah, dokter akan memberikan penanganan untuk menjaga agar jumlah trombosit tidak turun sehingga tidak terjadi perdarahan. Bila perdarahan tidak juga berhenti, segera pergi ke instalasi gawat darurat (IGD) di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....