Mengenal Jenis-Jenis Tuna Daksa
- 13 Apr 2026 09:28 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID,Denpasar- Dilansir dari berbagai sumber, Istilah anak berkebutuhan khusus merujuk pada anak yang memiliki kesulitan atau ketidakmampuan belajar yang membuatnya lebih sulit untuk belajar atau dalam mendapatkan pendidikan dibandingkan kebanyakan anak yang seusia perkembangnnya.
Salah satunya adalah Tuna Daksa.Tuna daksa termasuk dalam kategori disabilitas fisik. Tuna daksa adalah kondisi kelainan atau gangguan pada tulang, otot, sendi, atau saraf yang menyebabkan keterbatasan dalam fungsi gerak, koordinasi, dan mobilitas tubuh. Kondisi ini disebabkan oleh bawaan lahir, penyakit, atau cedera.
Jenis-jenis Tuna Daksa dibedakan menjadi dua yaitu kelainana anggota tubuh atau ortopedi dan kelainan sistem saraf atau neurologis. Kelainan Anggota Tubuh (Ortopedi) dikarenakan kehilangan anggota tubuh atau kelainan struktur tulang/otot seperti amputasi, polio, atau lumpuh. Sedangkan kelainan Sistem Saraf (Neurologis) termasuk cerebral palsy (lumpuh otak) yang memengaruhi koordinasi gerak.
Tuna Daksa ini terjadi disebabkan beberapa hal. Pertama, prenatal atau sebelum lahir penyebabnya infeksi saat hamil, kelainan kandungan, radiasi, atau trauma ibu. Kedua, natal atau saat lahir ini terjadi karena proses kelahiran lama (kurang oksigen) dan penggunaan alat bantu (tang). Ketiga, postnatal atau setelah lahir disebabkan kecelakaan, penyakit infeksi otak atau tumor.
Karakteristik tuna daksa dapat terlihat dari sisi fisiknya. Ini terlihat dari keterbatasan gerak, penurunan fungsi anggota tubuh dan ketidaksempurnaan anggota tubuh. Penanganan tuna daksa biasanya dilakukan dengan rehabilitasi dan aksesibilitas. Rehabilitasi dapat dilakukan dengan fisioterapi untuk meningkatkan kemampuan gerak, terapi wicara, dan terapi okupasi. Kemudian aksesibilitas biasanya membutuhkan lingkungan ramah disabilitas, seperti ramp, lift, dan toilet khusus.
Alat bantu tuna daksa merupakan perangkat yang dirancang untuk meningkatkan mobilitas, kemandirian, dan kualitas hidup penyandang disabilitas fisik. Alat bantu ini mencakup kursi roda (standar/khusus), kruk, walker, tongkat kaki 3, sepeda adaptif (handbike), alat bantu berpakaian hingga kursi roda otomatis.
Dari sisi Pendidikan tuna daksa memerlukan SLB-D atau sekolah inklusi dengan kurikulum yang disesuaikan.Walaupun banyak penyandang tuna daksa yang memiliki kemampuan kognitif setara atau bahkan di atas rata-rata. Sehingga dukungan lingkungan yang inklusif tetap sangat diperlukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....