Joy of Missing Out (JOMO) : Menemukan Kebahagiaan tanpa Gawai
- 10 Apr 2026 19:52 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Di tengah derasnya arus informasi digital, banyak masyarakat mulai merasa lelah dengan tuntutan untuk selalu tampil eksis di media sosial. Kondisi ini melahirkan tren positif bernama JOMO atau Joy of Missing Out, yaitu perasaan bahagia saat seseorang memilih untuk lepas sejenak dari dunia maya.
Berdasarkan kajian dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), JOMO adalah bentuk pertahanan diri untuk mengurangi kecemasan akibat membandingkan hidup dengan orang lain. Dengan memilih untuk "ketinggalan tren", seseorang justru memiliki lebih banyak waktu berkualitas untuk fokus pada diri sendiri dan keluarga di dunia nyata.
Para ahli dari World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa melakukan detoks digital secara berkala dapat menurunkan kadar hormon stres secara signifikan. Langkah sederhana seperti mematikan notifikasi ponsel di malam hari terbukti mampu meningkatkan kualitas tidur dan ketenangan pikiran bagi para pekerja produktif.
Di Bali, tren JOMO sering kali diisi dengan aktivitas luar ruangan seperti berjalan kaki di persawahan atau menekuni kembali kerajinan tangan lokal. Aktivitas tanpa gawai ini membantu saraf motorik dan kreativitas seseorang berkembang lebih baik dibandingkan hanya menatap layar ponsel sepanjang hari.
Sosiolog dari Universitas Udayana menekankan bahwa JOMO memberikan kesempatan bagi seseorang untuk hadir secara utuh dalam setiap percakapan tatap muka. Kehadiran fisik tanpa gangguan ponsel menciptakan ikatan emosional yang lebih dalam dan tulus antara anggota keluarga maupun rekan kerja..
Menghilang sejenak dari kebisingan dunia maya bukanlah sebuah kerugian, melainkan sebuah kemewahan untuk menemukan kembali jati diri yang tenang. Setiap momen berharga dalam hidup kita dengan hadir sepenuhnya, tanpa perlu terbebani oleh layar digital yang tak pernah tidur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....