Benarkah Tinitus Bisa Mentrigger Penyakit Lain?
- 08 Apr 2026 22:56 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID : Telinga mendengung atau tinnitus sering kali dianggap sebagai gangguan ringan, padahal kondisi ini dapat memberikan dampak yang cukup besar dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya mengganggu pendengaran, tinnitus juga bisa memengaruhi konsentrasi, kualitas istirahat, hingga kondisi emosional seseorang.
Jika dibiarkan, gangguan ini berpotensi menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan. Secara medis, tinnitus adalah kondisi ketika seseorang mendengar suara tanpa adanya sumber dari luar.
Bunyi yang dirasakan bisa bervariasi, seperti dengingan, desisan, atau bahkan suara berulang yang mengganggu. Kondisi ini biasanya terasa semakin jelas saat suasana sekitar hening, sehingga membuat penderitanya sulit untuk beristirahat atau fokus dalam beraktivitas.
"Tinnitus yaitu suara yang sebenarnya tidak diharapkan muncul, namun dirasakan nyata oleh pasien seolah berasal dari dalam tubuh. Kondisi ini sering kali mengganggu konsentrasi saat beraktivitas, bahkan dapat menyebabkan kesulitan tidur. Akibatnya, penderita bisa mengalami kecemasan, kepanikan, hingga depresi. Secara umum, kondisi ini kerap berkaitan dengan faktor psikosomatis, terutama jika penyebab pastinya tidak diketahui. Namun, apabila penyebabnya jelas, maka peluang untuk penanganan dan penyembuhan tetap ada", ujar dokter spesialis telinga hidung tenggorokan, dr. Ketut Tadeus Max Nurcahya Pinatih, Sp.T.H.T.B.K.L.
Psikosomatis sendiri merupakan kondisi ketika gangguan fisik dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti stres atau kecemasan. Dalam kasus tinnitus, suara yang terus dirasakan dapat memicu tekanan mental, yang kemudian justru memperparah keluhan yang dialami.
Hubungan antara pikiran dan tubuh ini membuat gejala bisa terasa semakin berat jika tidak ditangani dengan baik. Meski pun begitu, kondisinya tidak semua tinnitus akan berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.
Dampaknya sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Oleh karena itu, pemeriksaan medis sangat penting untuk memastikan diagnosis yang tepat. Dengan penanganan yang sesuai, risiko munculnya gangguan lanjutan, baik secara fisik maupun mental, dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....