Mengapa Betis disebut dengan Jantung Kedua?

  • 08 Apr 2026 13:39 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Kesehatan jantung ada kaitannya dengan kekuatan otot betis anda, lho!. Dalam dunia medis, otot betis sering dijuluki sebagai "jantung kedua".

Jantung memang bertugas memompa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh. Namun, jantung juga membutuhkan bantuan besar untuk menarik kembali darah tersebut dari area bawah, terutama melawan gaya gravitasi.

Tugas tersebut dilakukan oleh otot betis. Setiap kali otot betis berkontraksi, ia menekan pembuluh vena dalam di kaki.

Proses ini menciptakan tekanan yang mendorong darah kembali ke atas menuju jantung, tujuannya agar sirkulasi tetap lancar. Mekanisme jantung dengan otot betis ini ini dikenal sebagai calf muscle pump (CMP) yang berfungsi memastikan sirkulasi darah tetap lancar dari ekstremitas bawah.

Tanpa bantuan pompa ini, darah cenderung menggenang di kaki dan meningkatkan beban kerja jantung utama Anda. Gaya hidup modern saat ini yang memaksa kita duduk atau berdiri diam dalam waktu lama.

Kondisi ini akan membawa resiko pada fungsi pompa ini. Penelitian dalam Journal of Biomechanics menemukan jika individu dengan otot betis yang lebih kecil atau lemah cenderung memiliki performa jantung yang lebih buruk.

Menyadur dari laman TODAY, masyarakat yang memiliki perilaku statis atau bisa disebut sedentary lifestyle, dapat memicu "penyakit duduk". Hal ini bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular karena sirkulasi darah yang melambat, akibat pompa betis yang cenderung tidak aktif.

Cara meningkatkan kekuatan otot betis anda ternyata semudah melatihnya dengan rutin berjalan kaki atau jogging rutin selama 30 menit. Atau bisa lakukan gerakan jinjit tumit, gerakan lunges, atau Toe walks, yaitu Jalan dengan jari kaki. Jadi, saatnya bergerak untuk melatih otot betis anda ya!.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....