Ini Cara Mempertahankan Kolagen Kulit Pasca Usia Seperempat Abad
- 01 Apr 2026 11:48 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Kandungan kolagen mencapai level maksimalnya pada rentang usia 20 hingga 30 tahun. Setelah melewati masa keemasan ini, kemampuan alami tubuh untuk mengisi ulang kolagen mulai menurun secara perlahan, yakni sekitar 1% hingga 1,5% setiap tahunnya.
Penurunan kandungan kolagen pada kulit dimulai dengan munculnya garis-garis halus dan kerutan yang lebih dalam. Menurut penelitian Skin Collagen Through The Lifestages: Importance For Skin Health And Beauty di tahun 2021 menunjukan, penuaan kulit dipicu oleh dua faktor utama yaitu genetik dan perubahan hormon seiring usia, serta, penurunan kolagen dapat dipicu oleh gaya hidup paparan sinar matahari kronis (photo-ageing), dan stres.
Faktor-faktor ini menyebabkan struktur kolagen dan elastin menjadi tidak teratur, rapuh, dan kehilangan kepadatan. Menyadur laman Vogue, menjaga kandungan kolagen pada tubuh, anda memerlukan strategi holistik yang mencakup asupan nutrisi dan suplementasi yang tepat.
Mengonsumsi suplemen kolagen yang mengandung hydrolyzed collagen atau peptida kolagen sangat disarankan karena jenis ini lebih cepat diserap oleh tubuh. Meskipun partikel suplemen tidak langsung menempel di kulit, sistem pencernaan akan memecahnya menjadi asam amino yang menjadi bahan baku utama bagi tubuh untuk merangsang kembali produksi kolagen baru dari dalam secara alami.
Selain itu, Dr. Catherine Soebroto, seorang dokter estetika terkemuka di Indonesia, founder sekaligus Head Doctor di dr. Belle Aesthetic Clinic menyatakan, fondasi nutrisi dari makanan harian tidak boleh diabaikan untuk menjaga "tabungan" kolagen jangka panjang. Tubuh membutuhkan asupan protein yang kaya asam amino setiap hari sebagai bahan dasar pembentuk jaringan kulit yang kuat.
Protein sangat krusial karena berfungsi memberikan struktur, kekuatan, dan ketebalan pada jaringan kulit agar tetap kenyal layaknya kulit anak-anak. Tanpa jumlah kolagen yang memadai, kulit akan perlahan menipis, kehilangan elastisitas, dan mulai menunjukkan tanda-tanda kekenduran serta kerutan halus yang permanen seiring bertambahnya usia.
Selain itu, sangat disarankan untuk secara disiplin mengurangi konsumsi makanan atau minuman dengan kadar gula tinggi, karena gula berlebih dapat merusak struktur kolagen yang sudah ada dan mempercepat proses penuaan sel.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....