Oversleeping: Mengapa Tidur Terlalu Lama Bikin Makin Mengantuk
- 27 Mar 2026 20:50 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID - Tidur cukup penting untuk memulihkan energi dan menjaga fungsi otak. Namun menariknya, terkadang tidur terlalu lama justru membuat kita merasa lebih lelah dan mengantuk saat bangun.
Fenomena ini bukan sekadar rasa malas, melainkan reaksi fisiologis tubuh yang nyata. Penyebab utamanya adalah sleep inertia, yaitu kondisi tubuh dan otak yang belum sepenuhnya “aktif” setelah bangun tidur.
Menurut Dr. William Lu, Direktur Medis Kesehatan dan Dokter Spesialis Tidur, sleep inertia terjadi ketika otak masih beradaptasi dari tidur ke keadaan terjaga. Dalam kondisi ini, seseorang bisa merasa bingung, dan kurang fokus, walaupun durasi tidurnya sudah cukup panjang.
Selain itu, tidur terlalu lama juga dapat mengganggu ritme sirkadian, jam biologis tubuh yang menentukan kapan kita harus tidur dan bangun. Ketika jam biologis ini terganggu, tubuh menjadi “bingung” menentukan kapan harus aktif, sehingga kantuk tetap terasa meski sudah bangun.
Durasi tidur yang berlebihan juga bisa memengaruhi hormon seperti kortisol dan adrenalin, yang berperan membuat tubuh tetap waspada. Jika hormon ini tidak seimbang atau kualitas tidur sebelumnya kurang optimal, rasa lelah dan kantuk bisa bertambah setelah bangun.
Cara Mengurangi Kantuk Setelah Oversleeping
1. Bangun secara perlahan dan paparkan diri pada cahaya terang, terutama sinar matahari pagi.
2. Minum air segera setelah bangun untuk mengembalikan energi.
3. Lakukan peregangan atau aktivitas ringan untuk meningkatkan aliran darah.
4. Sarapan sehat dengan protein dan karbohidrat kompleks untuk energi cepat.
5. Tidur teratur 7–9 jam per malam lebih efektif daripada tidur terlalu panjang sekaligus.
Memahami sleep inertia dan menjaga ritme sirkadian, rasa kantuk setelah tidur panjang dapat dikurangi, sehingga tubuh lebih segar dan siap beraktivitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....