Kenali Delapan Posisi Tidur, Mana yang Terbaik untuk Anda?

  • 21 Mar 2026 09:53 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Tidur malam merupakan kebutuhan esensial bagi manusia. David F. Dinges, PhD, Profesor sekaligus Chief of the Division of Sleep and Chronobiology pada Departemen Psikiatri di Fakultas Kedokteran Universitas Pennsylvania menyebutkan, kurang tidur membuat kita lebih sensitif secara emosional, hal kecil bisa terasa seperti stres berat.

Selain secara kuantitas, kualitas istirahat kita di malam hari juga sangat ditentukan oleh posisi tubuh saat terlelap. Secara garis besar, terdapat tiga kategori utama posisi tidur, yaitu miring, telentang, dan tengkurap.

Namun, jika ditelisik lebih dalam, para ahli mengenali setidaknya delapan variasi posisi spesifik yang masing-masing memiliki dampak unik bagi kesehatan. Dari laman Sleepfoundation, posisi tidur yang paling umum dilakukan oleh lebih dari 60% orang dewasa adalah tidur miring.

Posisi ini memiliki tiga variasi populer, yaitu posisi Janin (Fetal), Perindu (Yearner), dan Batang Kayu (Log). Posisi Janin yang meringkuk adalah favorit banyak orang karena memberikan rasa aman, sementara posisi Perindu ditandai dengan tangan yang menjulur ke depan.

Tidur miring secara umum sangat baik untuk kesehatan jantung, terutama miring ke kiri. Tidur miring juga efektif mengurangi dengkuran, meski berisiko menyebabkan tekanan pada bahu dan memicu kerutan wajah.

Selain itu, posisi terpopuler kedua adalah tidur telentang, yang mencakup variasi Prajurit (Soldier) dan Bintang Laut (Starfish). Pada posisi Prajurit, seseorang tidur dengan tangan lurus di samping tubuh, sedangkan Bintang Laut melibatkan tangan dan kaki yang merentang lebar.

Tidur telentang sangat unggul dalam mendistribusikan berat badan secara merata dan menjaga kesejajaran tulang belakang. Namun, posisi ini adalah musuh utama bagi mereka yang mendengkur atau menderita sleep apnea, karena gravitasi cenderung membuat jalan napas lebih mudah tersumbat.

Posisi tidur tengkurap memiliki variasi posisi bernama terjun bebas. Dalam posisi ini, seseorang berbaring dengan perut di bawah, kepala menoleh ke samping, dan tangan memeluk bantal.

Meski hanya dilakukan oleh kurang dari 10% populasi, posisi ini terkadang membantu mengurangi dengkuran. Sayangnya, tidur tengkurap dianggap sebagai posisi yang paling tidak disarankan secara medis karena memaksa leher berada dalam posisi berputar yang memicu ketegangan otot saat tidur.

Pilihan antara miring ke kiri atau ke kanan juga membawa pengaruh medis yang berbeda. Tidur miring ke kiri sangat direkomendasikan bagi penderita asam lambung (GERD) karena membantu mencegah cairan lambung naik ke kerongkongan.

Di sisi lain, miring ke kanan sering dianggap lebih ringan bagi kerja jantung. Berbeda halnya dengan kondisi ibu hamil, miring ke kiri adalah "standar emas" karena meningkatkan sirkulasi nutrisi ke plasenta sekaligus mengurangi tekanan pada organ hati, sesuatu yang tidak bisa didapatkan jika mereka tidur telentang.

Meski ada banyak pilihan, muncul pertanyaan, haruskah kita mengubah posisi tidur yang sudah biasa dilakukan? Jawabannya sangat bergantung pada kondisi fisik masing-masing. Jika Anda bangun setiap pagi merasa segar dan tanpa rasa sakit, maka posisi saat ini kemungkinan besar sudah tepat bagi Anda.

Namun, bagi anda yang memiliki masalah kesehatan kronis seperti nyeri punggung bawah atau gangguan pernapasan, melakukan penyesuaian posisi tidur menjadi sebuah investasi kesehatan yang sangat berharga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....