Waspada Penyakit Pascabanjir, Air Bersih Jadi Kunci

  • 16 Mar 2026 16:06 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Banjir tidak hanya menimbulkan kerusakan pada rumah dan lingkungan, tetapi juga membawa ancaman penyakit bagi masyarakat yang terdampak. Setelah banjir surut, banyak sumber air seperti sumur dan saluran air yang tercemar oleh lumpur, sampah, maupun limbah.

Dalam kondisi seperti ini, berbagai penyakit berpotensi muncul. Diare menjadi salah satu penyakit yang sering terjadi akibat konsumsi air yang terkontaminasi bakteri, sementara penyakit kulit seperti gatal-gatal dan infeksi juga kerap dialami warga karena terpapar air kotor saat membersihkan rumah dan lingkungan yang terdampak banjir.

Ancaman penyakit lain yang perlu diwaspadai adalah demam berdarah dan leptospirosis. Genangan air yang tertinggal setelah banjir dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab demam berdarah, sementara leptospirosis dapat menular melalui air yang tercemar urine hewan, terutama tikus.

Karena itu, penyaluran air bersih menjadi langkah penting dalam penanganan pascabanjir. Ketersediaan air yang layak digunakan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar seperti minum, memasak, dan menjaga kebersihan, sekaligus mengurangi risiko munculnya berbagai penyakit setelah bencana.

Agar terhindar dari penyakit pascabanjir, warga dapat melakukan beberapa langkah sederhana. Di antaranya menggunakan air bersih yang sudah dimasak untuk minum, mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, serta membersihkan rumah dari lumpur dan sampah yang terbawa banjir. Warga juga disarankan menggunakan alas kaki saat beraktivitas di lingkungan yang masih basah serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala penyakit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....