Digital Fatigue, Kelelahan akibat Terlalu Lama Menatap Layar

  • 15 Mar 2026 13:06 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID Denpasar – Fenomena digital fatigue atau kelelahan digital semakin sering dibicarakan seiring meningkatnya penggunaan perangkat elektronik dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas seperti bekerja di depan komputer, mengikuti rapat daring, hingga menghabiskan waktu dengan ponsel membuat banyak orang menghabiskan berjam-jam di depan layar setiap hari.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan rasa lelah pada mata, sulit berkonsentrasi, hingga sakit kepala setelah terlalu lama menatap layar. Sebagian orang juga merasa cepat jenuh atau kehilangan fokus ketika harus terus berinteraksi dengan perangkat digital.

Menurut American Optometric Association, menatap layar dalam waktu lama dapat menyebabkan digital eye strain, yaitu ketegangan pada mata akibat paparan layar komputer atau ponsel secara terus-menerus. Gejalanya dapat berupa mata kering, penglihatan kabur, hingga rasa tidak nyaman pada leher dan bahu.

Selain berdampak pada kesehatan mata, digital fatigue juga dapat memengaruhi kondisi mental. Terlalu banyak menerima informasi dari berbagai aplikasi, notifikasi, atau media sosial sering membuat seseorang merasa kewalahan.

Situasi ini dapat memicu stres ringan hingga menurunkan produktivitas dalam bekerja. Kebiasaan bekerja atau belajar dari rumah yang semakin umum dalam beberapa tahun terakhir turut meningkatkan paparan layar.

Banyak orang harus berpindah dari satu perangkat ke perangkat lain dalam waktu yang hampir bersamaan, mulai dari komputer, tablet, hingga ponsel. Untuk mengurangi dampaknya, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan.

Salah satunya dengan menerapkan aturan 20-20-20, yaitu mengalihkan pandangan dari layar setiap 20 menit selama 20 detik dengan melihat objek sejauh sekitar 20 kaki atau enam meter. Cara ini cukup membantu mengurangi ketegangan pada mata.

Membatasi waktu penggunaan gawai di luar jam kerja juga dapat membantu mengurangi kelelahan digital. Dengan mengatur waktu istirahat yang cukup dan memberi kesempatan pada mata untuk beristirahat, risiko digital fatigue dapat ditekan sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan nyaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....