Waspada Galau saat Kesedihan Mendalam Mulai Mengganggu Kesehatan Fisik
- 15 Mar 2026 11:59 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Perasaan sedih mendalam atau "galau" terbukti secara klinis dapat memengaruhi kesejahteraan fisik seseorang secara menyeluruh. Para ahli sepakat bahwa kondisi emosional yang tidak stabil dalam waktu lama dapat memicu berbagai gangguan fungsi organ tubuh yang serius.
1. Gangguan Lambung dan Sistem Pencernaan
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan bahwa stres emosional secara langsung memicu peningkatan produksi asam lambung secara berlebihan. Kondisi ini sejalan dengan temuan Harvard Health Publishing mengenai konsep gut-brain axis, di mana otak mengirimkan sinyal tekanan yang mengganggu sistem pencernaan manusia.
| Baca juga: Cara Jaga Mood Stabil Setiap Hari |
2. Penurunan Imunitas dan Risiko Infeksi
Para pakar imunologi di Indonesia menyatakan bahwa suasana hati yang buruk dapat menurunkan produksi sel darah putih yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh. Senada dengan hal tersebut, peneliti dari Mayo Clinic menyebutkan bahwa hormon kortisol yang tinggi saat sedang galau akan menekan sistem kekebalan tubuh secara signifikan.
3. Fenomena Jantung Retak
Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) mengingatkan bahwa luapan emosi yang hebat dapat memicu lonjakan tekanan darah mendadak. Secara internasional, American Heart Association memvalidasi kondisi ini sebagai Takotsubo Cardiomyopathy atau sindrom jantung retak yang sangat membahayakan nyawa.
4. Gangguan Saraf dan Kualitas Tidur
National Sleep Foundation mengungkapkan bahwa pikiran yang kalut menyebabkan sistem saraf simpatik terus bekerja aktif sehingga memicu insomnia akut. Di dalam negeri, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sering menekankan bahwa kurang tidur akibat beban pikiran adalah gerbang utama menuju berbagai penyakit psikosomatik.
5. Ancaman Depresi Klinis
Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) menekankan bahwa kegalauan yang menetap lebih dari dua minggu harus segera dikonsultasikan kepada tenaga profesional. Dukungan dari orang terdekat serta pengelolaan emosi yang tepat menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan lahir dan batin.
Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik agar kita dapat menjalani aktivitas dengan penuh produktivitas. Mari untuk lebih peduli terhadap diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....