Pangan Lokal dapat Penuhi Gizi Seimbang

  • 28 Feb 2026 00:50 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Pangan lokal Indonesia dinilai sangat kaya zat gizi dan berpotensi besar mendukung ketahanan pangan berkelanjutan. Namun, konsumsi pangan lokal di masyarakat masih belum optimal karena kerap dianggap kurang bergizi dan kalah modern dibanding produk impor maupun makanan siap saji.

Ahli gizi Ni Ketut Sutiari mengatakan, dengan pengolahan yang tepat dan variasi menu kreatif, pangan lokal tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga lebih aman, terjangkau, serta sesuai budaya konsumsi masyarakat.

“Pemanfaatan pangan lokal bisa kita lihat dalam diversifikasi pangan. Memperkaya pangan bukan hanya yang selama ini kita kenal. Harapannya tidak terjadi ketergantungan terhadap beras sebagai sumber karbohidrat dan energi utama,” ujar Sutiari kepada Radio Republik Indonesia, Jumat 27 Februari 2026.

Menurutnya, dalam konsep gizi seimbang, perhatian terhadap konsumsi gula, garam, dan lemak juga harus menjadi fokus utama. Pangan lokal dapat menjadi bagian penting dari diversifikasi, termasuk melalui inovasi seperti pengembangan beras analog berbahan singkong dan umbi-umbian yang diolah menyerupai nasi, namun memiliki karakteristik gizi dan manfaat kesehatan berbeda.

Sutiari menilai, masyarakat belum terbiasa menjadikan pangan lokal sebagai menu utama. Singkong, ubi, maupun kentang masih kerap diposisikan sebagai camilan, bukan makanan pokok. Karena itu, edukasi gizi berbasis pangan lokal perlu terus diperkuat dan disosialisasikan sejak usia dini.

“Memang harus lebih banyak memperkenalkan jenis-jenis pangan lokal yang kita miliki mulai dari tingkat PAUD. Perkenalkan sejak dini, misalnya sumber energi apa saja di Indonesia yang berasal dari pangan lokal. Itu bisa dimulai dari PAUD, lalu di tingkat SD dan SMP diselipkan dalam muatan lokal,” jelasnya.

Ia menambahkan, pangan lokal sejatinya mampu memenuhi prinsip “Isi Piringku” dalam pedoman gizi seimbang. Untuk itu, diperlukan perubahan paradigma masyarakat agar konsep gizi seimbang tidak berhenti pada teori, melainkan diterapkan secara praktis dalam konsumsi harian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....