Fakta Medis Tentang Alergi
- 23 Feb 2026 22:01 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID - Bersin yang terjadi berulang kali tidak selalu sekadar reaksi biasa. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda rhinitis alergi, yaitu gangguan ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya.
Saat alergen seperti serbuk sari atau tungau debu terhirup, tubuh melepaskan histamin yang memicu iritasi pada lapisan hidung, sehingga timbul bersin, hidung berair, dan keluhan lain yang kerap menyerupai flu tetapi tanpa disertai demam. Menurut dr. Supriyanto, Amd.Kep dari RSUP dr. Sardjito Yogyakarta, rhinitis alergi merupakan peradangan pada mukosa hidung akibat reaksi alergi pada individu yang sebelumnya telah tersensitisasi. Reaksi tersebut diperantarai oleh imunoglobulin E (IgE).
Kondisi ini sering kali dianggap ringan karena gejalanya mirip flu biasa. Padahal, jika tidak dikelola dengan baik dan pemicunya tidak dikendalikan, rhinitis alergi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari hingga kualitas istirahat penderitanya. Karena itu, pemahaman mengenai ciri dan faktor pemicunya penting agar masyarakat dapat melakukan pencegahan serta penanganan yang tepat.
Fakta pertama, bersin akibat alergi umumnya terjadi berulang dalam waktu singkat, terutama setelah terpapar alergen, misalnya saat berada di ruangan berdebu atau ketika kadar serbuk sari meningkat. Hal ini berbeda dengan flu yang biasanya hanya menimbulkan bersin sesekali dan sering disertai demam atau batuk.
Fakta kedua, selain bersin, alergi juga dapat menimbulkan mata berair dan terasa gatal, hidung gatal, tersumbat, atau meler. Keluhan tersebut bisa berlangsung selama pemicu alergi masih ada di lingkungan sekitar dan tingkat keparahannya dapat berbeda pada setiap orang. Sebagai contoh, penderita alergi debu bisa mengalami bersin hampir setiap pagi akibat paparan tungau di tempat tidur.
Fakta ketiga, pemicu alergi sangat beragam, mulai dari serbuk sari, tungau debu, bulu hewan, hingga jamur yang banyak ditemukan di dalam maupun luar rumah.
Selain itu, sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami rhinitis alergi, seperti memiliki riwayat eksim, menderita asma, memiliki keluarga dengan riwayat alergi atau asma, serta sering terpapar alergen seperti asap rokok, bahan kimia, bulu hewan, jamur, dan tungau debu di lingkungan tempat tinggal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....