Kenyang Cepat saat Berbuka: Mengapa Perut Terasa Penuh meski Hanya Makan Sedikit?

  • 22 Feb 2026 14:23 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Banyak umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa merasakan fenomena unik: perut terasa sangat kenyang hanya dengan meminum segelas air atau makan sedikit takjil saat berbuka. Padahal, sebelumnya rasa lapar terasa sangat hebat. Pakar kesehatan menyebutkan bahwa hal ini berkaitan erat dengan volume lambung dan sinyal hormon yang dikirimkan ke otak.

Selama lebih dari 12 jam tidak terisi makanan dan minuman, lambung manusia mengalami fase istirahat. Merujuk pada literatur kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), otot-otot lambung cenderung menjadi lebih rileks dan volumenya sedikit menyusut karena tidak ada aktivitas peregangan secara berkala.

Ketika tiba waktu berbuka dan kita langsung mengonsumsi cairan dalam jumlah banyak, dinding lambung akan meregang secara mendadak. Peregangan ini mengirimkan sinyal melalui saraf vagus ke otak bahwa lambung sudah penuh, sehingga muncul rasa kenyang instan meskipun kalori yang masuk sebenarnya masih sangat sedikit.

Selain faktor fisik, hormon dalam tubuh juga memegang peranan penting. Berdasarkan riset yang diterbitkan oleh Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, saat gula darah mulai naik setelah tegukan pertama minuman manis (seperti teh manis atau kurma), tubuh mulai melepaskan hormon yang memberikan sinyal puas.

Masuknya nutrisi, meski dalam jumlah kecil, memicu pelepasan hormon Peptida YY (PYY) dan Leptin yang bertugas menekan nafsu makan. Karena kondisi tubuh yang sensitif setelah seharian berpuasa, respon hormon ini bekerja jauh lebih cepat dibandingkan saat kondisi hari biasa, sehingga rasa lapar yang tadinya menggebu-gebu hilang dalam sekejap.

Faktor lain yang sering diabaikan adalah masuknya udara ke saluran pencernaan. Pakar pencernaan dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo menjelaskan bahwa minum terlalu cepat atau menggunakan sedotan saat berbuka dapat menyebabkan udara ikut tertelan (aerofagia).

Kondisi ini menyebabkan perut mengalami distensi atau kembung. Rasa penuh akibat gas inilah yang sering disalahartikan sebagai rasa kenyang, yang tak jarang diikuti dengan rasa begah atau mual jika langsung dipaksakan makan besar.

Untuk menyiasati fenomena "kenyang palsu" ini, para ahli gizi menyarankan agar berbuka dilakukan secara bertahap. Mulailah dengan air putih dan sedikit buah manis, berikan jeda waktu sekitar 15 hingga 30 menit (seperti jeda salat Magrib) sebelum beralih ke makan besar. Hal ini bertujuan agar sistem pencernaan dapat bangun dari "tidurnya" secara perlahan tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....