Misteri Lupa Sesaat: Apa Itu Doorway Effect?

  • 31 Jan 2026 10:52 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Fenomena sering lupa atau hilangnya ingatan sesaat terhadap hal-hal kecil menjadi kejadian umum yang dialami oleh masyarakat dalam aktivitas sehari-hari saat ini. Kondisi ini kerap terjadi di lingkungan rumah maupun tempat kerja, di mana seseorang tiba-tiba kehilangan fokus terhadap tujuan awal atau lokasi penyimpanan barang tertentu.

Pembahasan mengenai kebiasaan lupa ini relevan untuk memberikan pemahaman bahwa kelupaan pada taraf tertentu merupakan respon alami otak terhadap padatnya rutinitas. Pemahaman ini membantu masyarakat membedakan antara penurunan fokus akibat kelelahan dengan gangguan ingatan yang lebih serius.

Salah satu fakta menarik yang melatarbelakangi kejadian lupa sesaat dikenal dengan istilah Doorway Effect atau Efek Ambang Pintu. Fenomena ini terjadi ketika seseorang berjalan melewati pintu untuk berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain, lalu seketika melupakan tujuan awalnya. Otak menerjemahkan perpindahan fisik tersebut sebagai pergantian konteks atau "adegan" baru, sehingga memori jangka pendek dari ruangan sebelumnya dihapus untuk memberi ruang bagi informasi di lingkungan yang baru dimasuki.

Penyebab lain dari kebiasaan lupa berkaitan erat dengan gaya hidup dan cara seseorang menyelesaikan pekerjaan. Kebiasaan melakukan banyak aktivitas sekaligus atau multitasking memecah konsentrasi, sehingga otak gagal menyimpan informasi ke dalam memori jangka panjang. Faktor kelelahan fisik, kurangnya kualitas tidur, serta distraksi konstan dari notifikasi gawai juga menjadi pemicu utama seseorang mudah melupakan detail-detail sederhana seperti menaruh kunci kendaraan atau kacamata.

Cara menangani kebiasaan lupa dapat dilakukan melalui penerapan strategi sederhana dan perbaikan pola hidup. Melakukan pekerjaan satu per satu secara bertahap membantu otak memproses informasi dengan lebih utuh. Meletakkan barang-barang penting di tempat yang sama secara konsisten dan membuat catatan harian juga efektif mengurangi risiko lupa. Selain itu, menjaga asupan cairan tubuh dan istirahat yang cukup berperan penting dalam mengembalikan kesegaran fungsi kognitif agar kembali optimal.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....