Epilepsi Bukan Kutukan
- 30 Jan 2026 13:13 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Epilepsi masih sering disalahpahami di tengah masyarakat. Tidak sedikit penyandang epilepsi yang justru harus menghadapi stigma sosial, dikucilkan, bahkan dijauhi karena kurangnya pemahaman. Padahal, epilepsi bukan kutukan, bukan penyakit menular, dan bukan pula gangguan kejiwaan.
Dalam program Morning Vibes di RRI Pro 2 Denpasar, dokter spesialis neurologi RS Bhayangkara Denpasar, dr. AA Derisna Citra Saraswati, Sp.N menyampaikan peran keluarga dan lingkungan sekitar sangat penting dalam menjaga kualitas hidup penyandang epilepsi. Ia mengajak masyarakat, khususnya Teman Pro 2, untuk lebih peduli dan berempati.
“Buat Teman Pro 2, jika ada keluarganya, temannya, rekan kerjanya, atau teman nongkrongnya yang ternyata penyandang epilepsi, mohon jangan dikucilkan. Tetap disupport, dijaga. Dengan cara ngobrolnya, silaturahminya, intinya harus benar-benar mendukung mental health penyandang epilepsinya,” ujar dr. Derisna.
Menurutnya, penyandang epilepsi tidak hanya menghadapi tantangan fisik akibat kejang yang bisa terjadi sewaktu-waktu, tetapi juga tekanan mental dan emosional. Rasa takut, cemas, dan khawatir akan penilaian orang lain dapat memengaruhi kondisi psikologis mereka. Oleh karena itu, dukungan sosial menjadi bagian penting dalam proses pengelolaan epilepsi.
Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui sikap sederhana seperti memperlakukan penyandang epilepsi secara wajar, tetap mengajak bersosialisasi, menjaga komunikasi yang baik, serta tidak memberikan label atau stigma negatif. Lingkungan yang aman dan suportif akan membantu penyandang epilepsi merasa diterima dan dihargai.
Mengucilkan penyandang epilepsi justru dapat memperburuk kondisi mental dan memicu stres, yang berpotensi memengaruhi stabilitas kesehatannya. Sebaliknya, dengan dukungan keluarga, teman, dan lingkungan kerja, penyandang epilepsi dapat menjalani kehidupan yang produktif dan berkualitas.
Epilepsi adalah kondisi medis yang dapat dikelola dengan pengobatan dan pendampingan yang tepat. Dengan pemahaman yang benar serta empati dari masyarakat, stigma terhadap epilepsi dapat dikurangi. Dukungan yang konsisten akan menjadi kekuatan bagi penyandang epilepsi untuk tetap percaya diri dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....