Waspada Virus Nipah, Hindari Kontak Langsung dengan Kelelawar
- 29 Jan 2026 13:55 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Munculnya Virus Nipah di beberapa negara, termasuk Asia, kembali menjadi perhatian dunia setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan temuan kasus di India. Meskipun hingga kini di Indonesia belum tercatat satu pun kasus Nipah, kewaspadaan dan pemahaman masyarakat terhadap penyakit zoonosis tersebut harus ditingkatkan.
Dokter Penyakit Dalam RSPTN Unud, Dr. Cokorda Agung Wahyu Purnama Sidi, kepada RRI di Denpasar, Kamis, 29 Januari 2026, mengungkapkan bahwa Virus Nipah bukanlah jenis virus baru. Virus ini merupakan penyakit menular yang dapat menyerang manusia melalui hewan, khususnya kelelawar.
Dijelaskan, Virus Nipah ditularkan dari vektor kelelawar melalui air kencing maupun air liur. Jika terpapar, Virus Nipah dapat menyebabkan penyakit serius dengan tingkat kematian mencapai 75 persen pada orang yang terinfeksi.
Dokter Cok Wahyu mengajak masyarakat waspada terhadap potensi penularan virus dengan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat, terutama di wilayah yang menjadi hunian kelelawar. Ia juga mengingatkan agar tidak mengonsumsi makanan bekas gigitan kelelawar.
“Masyarakat sering memakan buah yang bekas digigit kelelawar. Ini juga perlu diberikan edukasi bahwa virusnya kemungkinan ada di sana, sehingga jika ada makanan yang digigit kelelawar sebaiknya jangan dikonsumsi, lebih baik dibuang,” imbaunya.
Ia juga menekankan, dalam upaya pencegahan penularan Virus Nipah, agar masyarakat menjaga pola hidup bersih. Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti saat pandemi Covid-19 perlu digaungkan kembali.
“Kita harus menjaga kebersihan dengan mencuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir, menggunakan hand sanitizer, serta memakai masker ketika sakit, sehingga tidak menularkan kepada orang lain,” harapnya.
Masyarakat yang mengalami gejala seperti demam, batuk, flu, dan gangguan kesehatan lainnya setelah kontak dengan kelelawar diharapkan melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Nantinya, jika terindikasi, akan dilakukan penanganan lebih lanjut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....