Bahaya Mengintai Pengendara Motor Tanpa Jaket Bagi Kesehatan

  • 28 Jan 2026 17:45 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Mengendarai sepeda motor tanpa pelindung tubuh seperti jaket menyimpan risiko kesehatan serius yang melampaui sekadar rasa dingin. Para pakar medis menekankan bahwa jaket adalah instrumen krusial untuk menjaga stabilitas suhu tubuh dan melindungi sistem saraf serta organ dalam dari paparan lingkungan ekstrem di jalan raya.

1. Risiko Kelumpuhan Wajah (Bell’s Palsy)

Salah satu risiko yang paling sering diabaikan adalah kelumpuhan saraf wajah. Dilansir dari Halodoc, paparan angin dingin yang mengenai area wajah dan leher secara terus-menerus dapat menyebabkan peradangan pada saraf kranial ketujuh (saraf fasialis). Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menjelaskan bahwa kondisi ini berisiko menyebabkan Bell’s Palsy, sebuah gangguan yang membuat otot wajah melemah atau lumpuh sesisi secara mendadak.

2. Gangguan Saluran Pernapasan dan Paru-Paru

Paparan angin kencang langsung ke dada secara konstan dapat mengganggu stabilitas suhu organ dalam. Melansir dari DetikHealth, terpaan angin dingin yang mengenai dada dalam durasi lama berisiko memicu iritasi pada selaput paru atau pleura. Cleveland Clinic menambahkan bahwa suhu dingin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi), yang memaksa sistem pernapasan dan jantung bekerja lebih keras untuk menjaga suhu inti tubuh.

3. Efek Wind Chill dan Kekakuan Sendi

Secara internasional, World Health Organization (WHO) memperingatkan adanya fenomena wind chill, di mana kecepatan motor membuat suhu yang dirasakan tubuh jauh lebih rendah dari suhu asli lingkungan. Suhu dingin ini dapat mengentalkan cairan sinovial (pelumas sendi), yang menjadi pemicu utama kekakuan otot dan nyeri sendi kronis. Mayo Clinic juga mencatat bahwa tanpa perlindungan jaket, pengendara lebih rentan mengalami peradangan sendi atau rematik di masa tua.

4. Penurunan Refleks dan Fokus Berkendara

Kehilangan panas tubuh secara cepat akibat angin dapat memengaruhi fungsi saraf motorik. National Institutes of Health (NIH) menyatakan bahwa saat tubuh kedinginan, otak akan memprioritaskan aliran darah ke organ vital, sehingga fokus dan kecepatan refleks tangan serta kaki akan menurun. Hal ini sangat berbahaya bagi keselamatan di jalan raya karena meningkatkan risiko kecelakaan akibat respons yang melambat.

Penggunaan jaket saat berkendara roda dua merupakan tindakan medis preventif yang mendasar. Dari mencegah risiko Bell’s Palsy hingga melindungi paru-paru, jaket berfungsi sebagai tameng fisik yang menjaga fungsi fisiologis tubuh tetap optimal. Pengendara sangat disarankan menggunakan jaket berbahan windproof (tahan angin) untuk memastikan perjalanan tetap aman sekaligus menjaga kesehatan organ vital hingga masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....