Manfaat Latihan Squat Yang Jarang Diketahui
- 24 Nov 2025 10:15 WIB
- Denpasar
KBRN,Denpasar: Banyak penelitian ilmiah telah membuktikan, bahwa gerakan jongkok bangun atau Squat dikenal sebagai salah satu latihan paling sederhana, tetapi manfaat kesehatannya sangat besar. Gerakan ini melibatkan otot kaki, pinggul, dan inti tubuh, sehingga memberikan efek menyeluruh pada metabolisme dan kesehatan jangka panjang. Bahkan, berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa memiliki otot paha dan pinggul yang kuat, bisa dibentuk melalui latihan squat rutin. Ketika otot paha dan pinggul kuat, kondisi ini berefek pada penurunan risiko penyakit metabolik, gangguan kardiovaskular, hingga diabetes tipe 2.
Dirangkum dari Journal of Physical Therapy Science, manfaat utama squat yang paling nyata adalah peningkatan massa otot di area paha dan pinggul. Menariknya, para peneliti menemukan bahwa massa otot paha yang lebih besar berhubungan dengan sensitivitas insulin yang lebih baik. Hal ini penting karena sensitivitas insulin yang optimal berperan dalam mengatur kadar gula darah dan mencegah terjadinya diabetes tipe 2. Seorang individu dengan lingkar paha yang lebih besar memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit kardiovaskular dan mortalitas total. Otot di area ini berperan penting dalam metabolisme glukosa dan lemak sehingga membantu menjaga kestabilan energi tubuh.
Selain otot, keberadaan lemak di kulit paha dan pinggul ternyata memiliki peran positif. Tidak seperti lemak di area perut yang bersifat pro-inflamasi, lemak paha justru bertindak sebagai “penyimpan lemak baik”. Penelitian oleh Karpe & Pinnick (2015) menunjukkan bahwa lemak gluteofemoral pada paha, mampu menyerap asam lemak bebas berbahaya dari aliran darah, sehingga mencegah penumpukan lemak berbahaya di organ vital. Lemak ini juga menghasilkan zat anti-inflamasi seperti adiponektin dan leptin yang membantu memelihara kesehatan metabolik. Inilah mengapa ungkapan populer di barat “thick thighs save lives” memiliki dasar ilmiah.
Manfaat fisik squat juga berkaitan dengan kesehatan tulang. Tekanan mekanis pada tulang kaki dan panggul merangsang peningkatan kepadatan tulang. Latihan beban seperti squat direkomendasikan dalam berbagai panduan kesehatan untuk mencegah osteoporosis, terutama pada kelompok usia lanjut. Penelitian yang diterbitkan dalam *Medicine & Science in Sports & Exercise* menemukan bahwa latihan resistensi dapat meningkatkan kepadatan mineral tulang dan memperlambat degenerasi.
Selain itu, rajin squat juga meningkatkan fungsi kardiovaskular secara tidak langsung. Ketika otot besar tubuh bekerja, kebutuhan oksigen meningkat sehingga sistem jantung dan paru menjadi lebih efisien. Massa otot yang lebih besar juga membakar lebih banyak kalori, mendukung pengelolaan berat badan. Kombinasi ini menjadikan squat sebagai latihan sederhana dengan dampak besar terhadap kesehatan jantung. Jika lingkar paha yang kecil dapat menjadi tanda rendahnya massa otot dan buruknya sensitivitas insulin, latihan squat menjadi salah satu cara terbaik untuk memperbaikinya. Squat memperkuat otot besar tubuh, meningkatkan metabolisme, dan mendukung kesehatan hormon serta sistem kardiometabolik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....