Cantengan, Masalah Sepele yang Bisa Jadi Serius
- 28 Okt 2025 21:00 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar: Bagi sebagian orang, membiarkan kuku panjang dianggap mempercantik tampilan dan menambah rasa percaya diri. Namun, di balik tampilan yang terlihat menarik, kebiasaan membiarkan kuku panjang justru bisa memicu berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah cantengan. Kondisi ini sering kali dianggap sepele, padahal jika dibiarkan, dapat menyebabkan infeksi serius pada kuku dan jaringan di sekitarnya.
Menurut dr. Rahma Sabila Rindardi, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), “sekitar 25 persen pasien yang datang ke dokter umum atau dokter spesialis kulit mengalami cantengan.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa cantengan merupakan keluhan yang cukup sering ditemui dalam praktik medis dan tidak boleh dianggap remeh.
Cantengan atau infeksi pada kuku terutama di jari kaki sering kali diawali dengan rasa nyeri, kemerahan, dan pembengkakan di sekitar tepi kuku. Bila tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi infeksi yang lebih serius dan menimbulkan keluarnya nanah. Dalam kasus berat, infeksi bahkan bisa menjalar ke jaringan sekitar kuku sehingga membutuhkan tindakan medis, seperti pembedahan kecil atau pemberian antibiotik.
dr. Rahma menegaskan bahwa banyak pasien menunda pengobatan karena menganggap cantengan hanya luka kecil biasa. Padahal, menunda perawatan dapat memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko komplikasi, terutama pada penderita diabetes yang memiliki luka sulit sembuh.
Untuk mencegah cantengan, masyarakat disarankan memotong kuku dengan benar tidak terlalu pendek dan tidak melengkung ke dalam serta menjaga kebersihan kaki agar tidak lembap dan mudah terinfeksi. Bila gejala seperti nyeri hebat atau nanah mulai muncul, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....