Mengapa Atelophobia Menghantui Hidup Kita?
- 24 Jun 2025 14:58 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar: Pernahkah Anda bertanya-tanya, "Kok saya bisa punya ketakutan berlebihan ini ya?" Nah, atelophobia, si rasa takut tidak sempurna, bisa muncul dari berbagai hal.
Menurut Dr. Aimee Daramus, ada beberapa faktor yang bisa jadi penyebabnya. Artikel ini akan membedah satu per satu agar lebih paham!
Trauma dan Didikan Orang Tua: Akar Atelophobia
Salah satu penyebab potensial atelophobia adalah trauma di masa lalu. Jika Anda pernah mengalami hal traumatis karena sebuah kesalahan, ini bisa meninggalkan bekas emosional mendalam. Akibatnya, Anda jadi takut membuat kesalahan untuk menghindari trauma serupa di masa depan.
Cara Anda dibesarkan juga punya peran penting, lho. Jika orang tua atau pengasuh Anda adalah seorang perfeksionis, Anda mungkin takut tidak sempurna, apalagi jika mereka menarik kasih sayang saat Anda tidak tampil baik.
Peran Genetika dan Lingkungan Beracun
Faktor genetik ternyata juga bisa berpengaruh pada atelophobia. Ternyata hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kemungkinan lebih rentan memiliki fobia jika ada kerabat biologis yang juga mengalaminya.
Jadi, ada kemungkinan faktor bawaan yang ikut bermain. Selain itu, situasi yang "beracun" juga bisa jadi pemicu. Jika rasa takut membuat kesalahan ini baru muncul, atau hanya muncul dalam situasi tertentu, bisa jadi situasinya yang bermasalah.
Atelophobia: Gangguan Kecemasan Spesifik
Penting untuk dipahami, atelophobia adalah kondisi kesehatan mental. VeryWellMind menjelaskan, ini termasuk dalam kategori gangguan kecemasan yang disebut fobia spesifik.
Fobia spesifik adalah ketakutan intens dan tidak rasional terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak mengancam Anda. Jadi, bukan sekadar "khawatir biasa" ya.
Bedanya Atelophobia dengan OCD
Meskipun atelophobia mirip dengan Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) atau Obsessive-Compulsive Personality Disorder (OCPD), ada perbedaan penting. Dr. Daramus menjelaskan bahwa atelophobia bisa menjadi fitur pada sebagian penderita OCD atau OCPD. Namun, keduanya adalah kondisi terpisah.
Penderita OCD mungkin terobsesi dengan keteraturan sempurna, sementara penderita OCPD sangat terpaku pada kontrol dan perfeksionisme. Memahami perbedaannya bisa membantu Anda mencari penanganan yang tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....