Manfaat Daun Kelor Secara Ilmiah dan Tradisi
- 08 Mei 2025 08:19 WIB
- Denpasar
KBRN,Denpasar: Daun kelor, atau Moringa oleifera, merupakan tanaman herbal yang telah lama dikenal karena khasiatnya yang luar biasa bagi kesehatan. Tumbuh subur di daerah tropis seperti Indonesia, tanaman ini mendapat julukan “pohon ajaib” karena kandungan nutrisinya yang sangat melimpah serta senyawa aktif yang memberikan berbagai manfaat bagi tubuh.
Dalam pengobatan tradisional maupun dunia medis modern, daun kelor telah digunakan dalam berbagai bentuk olahan seperti teh, jamu, bubuk, hingga kapsul suplemen. Masyarakat Bali sendiri sejak zaman dahulu telah mengenal daun kelor sebagai tanaman herbal yang tidak hanya berguna secara medis, tetapi juga secara spiritual.
Secara ilmiah, klinisi dan akademisi, dr. Ida Bagus Amertha Putra Manuaba, S.Ked., M.Biomed., Ph.D, menjelaskan bahwa kandungan nutrisi daun kelor bahkan melebihi beberapa sumber makanan yang sudah umum dikonsumsi.
”Misalnya, kandungan proteinnya dua kali lebih banyak dari yogurt, vitamin A-nya empat kali lebih tinggi dibandingkan wortel, kalsiumnya empat hingga tujuh kali lipat dari susu, serta vitamin C-nya tujuh kali lebih tinggi dibandingkan jeruk,” terang pria yang menjabat sebagai Ketua FKKPBM Cabang Denpasar ini.
Dari perspektif tradisi, Amertha yang juga memiliki ketertarikan pada budaya spiritual Bali, turut menerangkan bahwa dalam tradisi leluhur di Bali, daun kelor diyakini mampu menangkal kekuatan jahat dan marabahaya. Efeknya yang dahsyat membuat herba ini dianggap sebagai tanaman yang memiliki kekuatan sakral.
”Hingga saat ini, masyarakat Bali masih mengonsumsinya secara tradisional, biasanya dengan cara direbus dan dijadikan sayur. Bagi penekun spiritual, batu dari kelor, atau ’les kelor’ bahkan menjadi banyak incaran karena khasiatnya", ujarnya.
| Baca juga: Trik Mudah Ini Atasi Tidur Gerah Anda |
Salah satu manfaat yang semakin mendapat sorotan adalah kemampuannya dalam merawat dan menjaga kesehatan kulit. Kandungan asam oleat dan antioksidan dalam daun kelor berfungsi sebagai pelembap alami sekaligus agen anti inflamasi, yang sangat bermanfaat dalam mencegah dan meredakan jerawat. Selain itu, zat aktif di dalamnya juga berperan sebagai anti-penuaan, karena mampu menangkal radikal bebas yang menjadi penyebab utama kerusakan sel kulit.
Meski memiliki segudang manfaat, konsumsi daun kelor di Indonesia masih bukan tergolong hal yang umum. Amertha yang juga pakar tanaman herbal melihat bahwa proses pengolahan kelor dengan cara direbus dinilai kurang efektif karena proses pemanasan dapat mengurangi kandungan nutrisinya.
”Pengolahan dengan cara direbus berpotensi berakibat sebagian zat gizi terbuang ke dalam air rebusan yang tidak seluruhnya dikonsumsi. Selain itu, rasa pahit alami dari daun kelor membuatnya kurang disukai oleh anak-anak, padahal mereka adalah kelompok yang paling membutuhkan asupan gizi untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal. Untuk penggunaan praktis, kini tersedia kapsul ekstrak daun kelor yang lebih mudah dikonsumsi,” Amertha menuturkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....