Faktor Penyebab Kematian Bayi dan Ibu Melahirkan

  • 07 Mei 2025 07:10 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar : Kelahiran seorang bayi merupakan kebahagiaan dari sebuah kelaurga. Namun bagaimana jika rasa suka cita itu harus berganti dengan kesedihan akibat bayi yang dilahirkan meninggal dunia atau sang ibu yang meninggal dunia. Ini sudah menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Bali terutama Dinas Kesehatan. Ternyata ada banyak faktor yang menyebabkan kematian bayi dan ibu melahirkan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. A.A. Sagung Mas Dwipayani, M.Kes. dalam Siaran Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar beberapa waktu lalu menyampaikan faktor penyebab kematian bayi itu banyak sekali . Tidak hanya pada saat bayi itu lahir yang menyebakan kematian , tetapi itu semua berawal dari sebelum kehamilan, saat kehamilan serta saat persalinan .

“ Pabriknya ini kan remaja putri. Jadi remaja putri harus kita perhatikan , kemudian saat kehamilan , saat persalinan dan setelah bayi itu lahir. Periode-periode ini banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi. Contohnya pada saat hamil, apakah si ibu sudah melakukan pemeriksaan tensi danpemeriksaan kehamilan secara rutin karena pemerintah menganjurkan dan mengharuskan minimal 6 kali pemeriksaan selama periode kehamilan ke puskemas. Di puskesmas juga sudah ada USG dan USG ini harus dilakukan pada tri semester pertama dan tri semester ketiga. Pemeriksaan kehamilan ini harus banyak dilakukan untuk mengetahui apakah ibunya ada penyakit lain, seperti kencing manis, jantung TBC, termasuk jug a HIV/AIDS, sifilis dan sebagainya karena itu sangat beresiko untuk bayinya,"jelas Sagung Mas.

Lebih lanjut Sagung Mas menyampaikan, saat kehamilan jangan lupa untuk mengosumsi gizi seimbangnya . Sekarang ini banyak sekali remaja putri yang kelihatan langsing dan putih padahal dia anemia. Untuk mengatasi anemia ini pemerintah sudah mempunyai program pemberian tablet penambah darah pada remaja putri dari kelas VII sampai kelas XII. Jadi gizi seimbangnya itu harus dari remaja, dari kehamilan dan setelah persalinan.

“Persalinan yang terjadi di Bali patut kita syukuri karena semua dilakukan di pusat pelayanan kesehatan, baik di puskesmas, di praktik bidan mandiri, di praktik dokter dan di rumah sakit. Persalinan di fasilitas kesehatan sudah dilakukan hanya saja banyak juga yang tidak memeriksakan kehamilan sehingga ibu hamil tidak mengetahui informasi faktor-faktor resiko yang harus diketahui. Misalnya, ibu hamil yang punya tekanan darah tinggi , harusnya rutin melakukan pemeriksaan, tidak hanya untuk kehamilannya saja, tetapi tekanan darah tingginya karena sangat mempengaruhi kehamilannya. Darah tinggi ini merupakan salah satu penyebab terbanyak kematian ibu,” tutur Sagung Mas.

Dikatakan, sekarang ini justru penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes militus, jantung, kanker sebagai penyebab kematian ibu melahirkan. Kalau pada bayi penyebabnya paling banyak karena kelainan pernafasan dan kelainan jantung. Penyebabnya karena berat badan lahir rendah (BBLR).

"Jadi dia tidak sempurna dan pembentukan organ-organnya juga kurang sempurna . Mengapa bisa terjadi BBLR atau prematur karena waktu hamil ibunya tidak mengonsumsi gizi seimbang . Ibunya tidak mengosumsi asupan yang diharuskan, misalnya asam folat dan sebagainya. Jangan lupa juga sekarang ini banyak ibu hamil yang mengalami stres dan kecemasan tinggi . Walaupun pengaruhnya tidak pernah dilakukan penelitian secara langsung. Jadi hal-hal ini yang bisa menyebabkan kematian pada bayi, tetapi jangan lupa kematian tertinggi bayi itu di periodenya dari 0 hari sampai 28 hari., yang terbanyak adalah pada hari ke –5 dan hari ke-7," tutup Sagung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....