Hadapi Si Narsis? Ini 5 Langkah Tepatnya!
- 08 Apr 2025 08:52 WIB
- Denpasar
KBRN Denpasar: Kita kenalan dulu, apa sih narsis itu?
Seseorang dengan narsisme punya pandangan berlebihan dan terlalu fokus pada diri sendiri. Sikapnya yang sangat egois sering kali menyakitkan orang di sekitarnya.
Tingkatan narsisme beragam, dari sekadar sifat hingga gangguan kepribadian narsistik (NPD) yang lebih ekstrem.
Untuk mengetahui apakah kita sedang berhadapan dengan seorang narsis, perhatikan beberapa tanda penting. Apakah dia kurang empati, suka melebih-lebihkan diri, tidak mau minta maaf kecuali ada maunya, gampang marah saat dikritik, dan sering memanipulasi?
Terkadang, narsisme terselubung lebih sulit dikenali, namun tetap memiliki ciri utama yang sama.
Dari laman VeryWellMind, berikut lima langkah penting menghadapi si narsis.
Pertama, jangan anggap perilakunya personal.
Menurut ahli, NPD seringkali dipicu faktor genetik, trauma masa kecil, dan lingkungan. Orang dengan NPD sulit berubah tanpa bantuan profesional.
Ingat, kamu tidak bersalah dan tidak bertanggung jawab untuk memperbaiki mereka.
Kedua, buat batasan yang jelas dan tegakkan!
Batasan ini adalah garis yang tidak boleh dilanggar dalam hubungan. Contohnya, tidak menerima kata-kata kasar.
Jika dilanggar, segera akhiri interaksi. Jangan membuat ancaman kosong, konsistenlah dengan batasanmu agar mereka menghargainya.
Ketiga, waspadai gaslighting.
Ini adalah taktik manipulasi di mana mereka menyangkal kenyataan untuk membuatmu meragukan diri sendiri. Catat kejadian penting sebagai bukti jika perlu.
Tegaskan bahwa kamu tahu apa yang terjadi dan tidak akan mentolerirnya. Ini juga termasuk membuat batasan.
Keempat, jaga harga dirimu tetap tinggi.
Orang narsis sering merendahkan orang lain untuk merasa lebih baik. Lawan dengan sikap tegas dan percayalah pada diri sendiri.
Bangun kepercayaan diri dengan berpikir positif, memaafkan kesalahan, dan kelilingi diri dengan orang-orang suportif.
Terakhir, cari dukungan dari orang lain.
Berbagi cerita dengan teman atau keluarga yang peduli bisa membantu meringankan beban emosi. Di tempat kerja, hindari bergosip, tapi beritahu atasan secara pribadi jika perilaku narsis mengganggu.
Jika hubungan terasa sangat toksik dan berbahaya, pertimbangkan untuk mengakhirinya demi kesehatan mentalmu. Jangan ragu mencari bantuan profesional dari terapis yang berpengalaman menangani narsisme.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....